Sabigaju.com – Penggunaan media sosial kini memegang peranan penting baik dalam pergaulan sosial maupun dunia bisnis saat. Indonesia adalah salah satu negara di dunia dengan intensitas dan basis pengguna media sosial tertinggi di dunia. Lewat berbagai aplikasi media sosial yang beragam tersebut kita dapat dengan bebas beropini atau membagi suatu informasi, ataupun sekedar mengunggah swafoto yang kita ambil saat liburan.
Namun kini pengguna media sosial harus siap menghadapi konsekuensi jika apa yang mereka bagi, terlebih suatu informasi yang tidak benar ataupun ujaran penuh kebencian tanpa kita sadari malah menjadi petaka bagi diri sendiri. Maka hal-hal seperti bermusuhan dengan teman lewat unfollow ataupun unfriend, menjalani tuntutan hukum, sulit mendapat pekerjaan hingga pemecatan dari tempat kerja kini mulai marak lantaran kebablasan menggunakan media sosial.
Pepatah lama “Mulutmu Harimau mu” yang di modernisasi menjadi “Jarimu, Jerujimu” mengingatkan agar kita lebih berhati-hati saat bersosial media.

Belum lama ini sabigaju.com mendapatkan informasi dari sebuah sumber staf HRD di sebuah perusahaan besar yang tidak mau disebutkan namanya, pihak perusahaan memiliki kebijakan baru untuk mempertimbangkan calon karyawan bisa diterima di perusahaan mereka.
“Berhubung dunia media sosial tengah berkembang dan banyak hal bisa terjadi di sana, maka perusahaan memberlakukan calon karyawan untuk memberitahu akun media sosialnya untuk dipelajari. Hal tersebut, termasuk salah satu syarat diterimanya karyawan tersebut,” ujar salah seorang staf HRD yang berkantor di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ia menambahkan, hal tersebut dilakukan perusahaan, agar tidak terjadi kejadian negatif yang akhirnya mengaitkan dengan aktivitas perusahaan.
“Ya dilihat, apakah pernah buat status negatif terutama ya. Itu menjadi salah satu pertimbangan lolos atau tidaknya seleksi,” ujar staf HRD tersebut lebih lanjut saat berbincang dengan Sabigaju.
Masih menurut staf HRD tersebut, ada beberapa kriteria postingan yang memenuhi unsur negatif. Termasuk di dalamnya adalah isu Sara, pelecehan, ancaman dan menyebarkan berita hoax.
Tuh, coba mulai sekarang, posting dan komentar positif ya di media sosial. Karena ternyata itu berpengaruh terhadap karier pekerjaan kamu lho. Mungkin saat ini hanya beberapa perusahaan saja, bisa jadi di kemudian hari akan banyak perusahaan yang memberlakukan kebijakan itu.
So, bijaklah dalam menggunakan media sosial agar Anda tidak bernasib naas saat beropini hal-hal bodoh yang dapat membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan ataupun kehilangan pekerjaan. (Sbg/nia)

Comments