Libur Hari Natal
Sebuah penelitian mengungkapkan di sejumlah negara, hasrat dan gairah bercinta para pria b egitu tinggi saat libur Hari Natal tiba. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Momen libur Hari Natal biasanya selalu identik dengan menghabiskan waktu dengan keluarga. Tapi tak sekedar itu, hari libur Hari Natal tampaknya juga memicu gelombang hasrat seksual di seluruh dunia.

Yup, Bukan tanpa Sebab. hal itu bisa dilihat dengan melonjaknya angka kelahiran bayi sembilan bulan pasca libur Hari Natal.

Makin penasaran, simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA:

Yang Bikin Orang ingin Bercinta Saat Libur Hari Natal

Temuan tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports belum lama ini . Dalam laporan tersebut, terjadi fenomena lonjakan kelahiran pada sekitar bulan September pada negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Nasrani.

Dengan kata lain, bayi-bayi tersebut lahir sembilan bulan setelah Natal. Tak hanya itu, penelitian ini juga mengungkapkan pola yang sama pada negara mayoritas Muslim. Sembilan bulan setelah Idul Fitri, terjadi lonjakan kelahiran. Rupanya Umum, Kok Bisa?

Penelitian ini menemukan bahwa fenomena tersebut tampaknya didorong secara budaya dan terjadi di seluruh dunia. Para peneliti juga menemukan lonjakan kelahiran pada bulan September di negara mayoritas pemeluk Kristiani di belahan bumi Selatan.

Padahal, libur Hari Natal di wilayah tersebut jatuh di musim panas. “Kami tidak melihat kebalikan dalam tingkat kelahiran atau ketertarikan online dalam tren seksual anatara belahan bumi utara dan selatan,” kata Luis Rocha, pemimpin penelitian tersebut dikutip dari The Independent.

“Sebaliknya, penelitian ini menemukan budaya (diukur melalui mood online) untuk menjadi pendorong utama dibalik tren seksual dan reproduksi perilaku ini pada populasi manusia, imbuhnya.

Bagaimana dengan Libur Hari Raya Keagamaan Lain?

Di negara berpenduduk mayoritas Muslim, juga terjadi peningkatan angka kelahiran sembilan bulan setelah perayaan Idul Fitri. Padahal Idul Fitri selalu jatuh pada waktu yang berbeda setiap tahunnya.

Para peneliti kemudian menggunakan metode baru untuk mengeksplorasi perasaan orang selama waktu libur keagamaan itu. Mereka menganalisis pesan Twitter dari tujuh negara, yaitu Argentina, Australia, Brasil, Chile, Indonesia, Turki, dan Amerika Serikat.

Para peneliti juga memberi penilaian sentimen pada para peserta dari satu hingga sembilan. Penilaian sentimen ini juga dikombinasikan dengan jumlah pencarian google terkait seks di negara ini dalam minggu-minggu sebelum, pada saat hari raya keagamaan, dan setelahnya.

Mereka menemukan selain meningkatnya minat seks, negara-negara tersebut cenderung lebih bahagia pada hari raya keagamaan.

“Sangat kontra-intuitif untuk memikirkan Natal dan Idul Fitri sebagai waktu pencarian online untuk seks terbanyak dalam setahun,” tulis laporan tersebut. “Namun, kejadian ini bisa memicu suasana hati yang menyebabkan korespondensi mencolok antara liburan dan minat seksual ini,” sambung laporan itu.

“Analisis kami memberikan bukti konvergensi yang kuat untuk hipotesis budaya: siklus reproduksi manusia didorong oleh budaya daripada adaptasi biologis terhadap siklus musiman,” tulis laporan itu. (Sbg/Rig)

Comments