Sopan Santun
(Foto: theguardian.com/Getty Images)

Sabigaju.com – Sikap Sopan santun adalah suatu bentuk tingkah laku yang baik dan halus serta diiringi sikap menghormati orang lain.

Contoh sopan santun di lingkungan keluarga adalah seorang anak yang meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya ketika hendak pergi ke luar rumah.

Nah, di era yang semakin canggih dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat ternyata berimbas pada pudarnya perilaku sopan santun.

Jika dahulu kebiasaan mengucapkan permisi, maaf, dan terima kasih merupakan bagian dari sopan santun dalam kehidupan. Kini, hal tersebut malah dianggap sebagai perilaku yang usang dan ketinggalan zaman alias kekunoan.

BACA JUGA: Tinggalkan Cara Kuno, Begini Cara Flirting yang Modern

Perilaku Kesantunan Bukan Hal Kekinian

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh sebuah Firma Asuransi Privilege, asal Inggris menemukan sebanyak 84 persen anak muda mengatakan sopan santun seperti mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ merupakan sesuatu yang kuno.

Empat dari 10 anak muda (42 persen) menolak menyerahkan kursi mereka kepada orang yang sudah tua atau wanita hamil di transportasi umum.

Sebanyak 28 persen anak muda juga mengabaikan etika saat sedang antri dengan memotong antrian. Sebanyak 53 persen juga tidak memberikan ucapan doa pada seseorang yang bersin.

Sopan Santun

Selain itu, hanya 16 persen milenial yang menganggap menempatkan siku di meja makan sebagai sesuatu yang tidak sopan.

Sebanyak 27 persen anak muda juga menganggap berbicara dengan mulut penuh makanan bukan lah suatu masalah.

Sedangkan 38 persen percaya menarik kursi dan mempersilahkan orang duduk merupakan sesuatu yang ketinggalan zaman.

BACA JUGA: Cara Unik Milenial Mengungkapkan Rasa Sayang Kepada Orangtua

Norma Kesantunan Gaya Baru

Studi yang dilakukan pada lebih 2 ribu anak muda di Inggris ini menyimpulkan bahwa milenial memiliki kode perilaku sopan santun yang dianggap lebih penting ketimbang norma yang sudah ada di masyarakat sebelumnya.

Sopan Santun
Sebagian besar norma itu berhubungan dengan media sosial yang dekat dengan kehidupan milenial. Perilaku buruk itu meliputi membuka telepon atau membaca pesan di media sosial.

Studi ini mendapati milenial punya standar baru yang disebut sebagai norma kekinian. Misalnya, 34 persen milenial menyebut ghosting atau menghilang tiba-tiba di media sosial sebagai sesuatu yang kasar.

Sebanyak 54 persen milenial menganggap, menyebarkan masalah orang lain di media sosial sebagai sesuatu yang tidak menjunjung kesopanan.

Kamu sendiri apakah masih menjunjung norma sopan santun yang diajarkan oleh orang tuamu dan tidak menganggapnya kuno? (Sbg/Rig)

Comments