Beredarnya informasi soal tsunami apakah kamu harus menunda liburan ke pantai?
(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki begitu banyak pantai yang sangat memesona dari Sabang sampai Merauke untuk dikunjungi.

Berwisata ke pantai merupakan pilihan tepat untuk menghilangkan kejenuhan setelah menjalankan rutinitas yang padat.

Perpaduan birunya air laut, pasir putih pantai, deretan bukit hijau, tebing-tebing karang, alam bawah laut, hingga pesona sunrise-sunsetnya yang memukau akan membuat siapapun betah berlama-lama di pantai.

Liburan ke Pantai dan Potensi Tsunami

Nah, belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan adanya informasi soal potensi tsunami 20 meter dan gempa hebat di pesisir pantai Selatan Jawa.

Bagi kamu yang memiliki agenda liburan ke pantai lebih baik untuk menunda agenda liburnya, dan menghindari area pantai untuk berlibur.

Yang jelas  Informasi soal potensi Tsunami harus membuat kita waspada saat liburan ke pantai.  Ada beberapa saran  yang harus dilakukan  jika terjadi tsunami saat liburani:

BACA JUGA:  Negeri Maritim Seperti Indonesia Ini Perlu Buoy Tsunami!

1. Perhatikan Tanda peringatan Dini

Tanda peringatan dini dari tsunami sebenarnya bisa dideteksi jika kamu memperhatikan keadaan gelombang laut saat liburan ke pantai

Ketika laut surut secara drastis atau permukaan air turun secara tidak biasa di sepanjang garis pantai, itu bisa menjadi satu peringatan dini akan datangnya gelombang tsunami.

Para ahli percaya bahwa lautan yang surut dapat memberi orang peringatan lima menit untuk mengevakuasi daerah itu.

Jadi jika sedang berlibur di kawasan pantai, selalu perhatikan kondisi lautan, terutama jika lokasi yang kamu kunjungi rawan tsunami.

2. Pergi ke Dataran Tinggi

Tips menyelamatkan diri dari tsunami saat liburan ke pantai  adalah dengan pergi ke dataran tinggi dan sejauh mungkin dari bibir pantai.

Apabila dari tempat  kamu berdiri,  kamu masih bisa melihat gelombang tsunami, maka area tersebut masih tidak aman. segeralah pergi dari area tersebut ke tempat yang lebih tinggi.

Saran lain yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri dari tsunami lain adalah dengan dengan naik ke gedung tinggi yang lebih dari dua lantai dan berjarak setidaknya 30 meter dari titik bencana.

BACA JUGA: Dear Jakartans, Kita Stay At Home Dulu Yah! 

3. Tinggalkan Mobil

Ketika kamu  berada di dalam mobil, sebaiknya keluar dan lari ke tempat yang lebih aman.

Meskipun mobil dapat mengapung ketika terbawa air tsunami, namun air bisa masuk melalui celah kecil yang justru membahayakan diri.

4.  Tetap di Tempat Aman

Tetaplah di tempat aman saat gelombang tsunami telah surut, hingga benar-benar dipastikan tidak ada tsunami susulan.

Biasanya gelombang tsunami selalu datang lebih dari satu kali, setiap terjadi gempa. Ada kemungkinan juga gelombang berikutnya akan lebih besar dari pada sebelumnya.

5. Cari Sesuatu untuk Bertahan

Carilah benda apa saja yang memungkinkan untuk bertahan dari terjangan tsunami. Memanjat pohon menjadi salah satu solusi tepat untuk menyelamatkan diri dari tsunami.

Dan segeralah mencari tiang, menara ataupun pohon lalu panjat hingga titik aman.

BACA JUGA: Lima Langkah yang Harus Kamu Lakukan Saat Terjadi Bencana Tsunami

6. Jangan panik dan Tetap Fokus

Ketika sedang berada di situasi darurat beberapa orang terkadang mengalami kepanikan. kamu sebaiknya tidak  ikut panik, Sebab hal itu tidak akan membantumu sama sekali.

Kamu harus tetap tenang dan fokus agar dapat berpikir jernih dan dapat menyelamatkan diri serta menyelamatkan orang-orang terdekat atau anggota keluarga.

Nah semoga informasi ini bermanfaat buat kamu. Tetap waspada saat kamu berlibur ke pantai yah sob!(Sbg/Rig)

Comments