Sabigaju.com – Saat ini sejumlah selebriti ramai dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit kronis, seperti JuliaPerez yang mengidap kanker servick, aktris senior Yana Zein yang mengidap kanker payu dara dan getah bening, hingga Ria Irawan yang bergulat dengan jenis kanker yang sama.

Tapi di antara para selebriti tadi, Ria tampak lebih tegar dan rilek menghadapainya, bahkan sepulang dari umroh beberapa pekan lalu, di tanah suci ia masih berseloroh jenaka pada tuhannya, jika orang seperti dia tak mungkin segera dicabut nyawanya.

“Di tanah suci gw sempet kepikiran apa mungkin nyawa gw akan segera dicabut, tapi kayanya gak deh…tuhan juga tau kali, orang kaya gw belum pantas mati hehe…,” candanya di hadapan awak media beberapa waktu lalu.

Jika bertolak dari pernyataan Julia Perez di atas sangat nampak faktor kestabilan psikisnya Julia yang tidak tertekan dengan penyakit yang dideritanya Ungkapan Julia tersebut seakan mencerminkan pandangan ahli medis asal Jepang Kazuo Murakami yang menuliskan stress karena menderita penyakit kronis seharusnya tak perlu ada di kamus setiap orang.

Hal itu dituangkan dalam bukunya yang berjudul “The Divine Message of DNA.” Dalam buku tersebut Kazuo mengungkapkan jika kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Tiap orang memiliki DNA yang mengandung semua bakat sekaligus perintang (bukan bakat) yang terprogram dalam 70 triliun kombinasi kode gen.

Artinya kode gen bakat piano dan anti-nya telah terprogram dalam gen kita. Hanya saja, apakah gen bakat kita cenderung atau sebaliknya antinya yang aktif (mirip mekanisme on-off pada sistem digital 0-1 atau biner). Begitu juga, gen kanker beserta antinya, gen tumor beserta antinya, gen cerdas beserta antinya, akan aktif atau tidak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pikiran.

Menurut Kazuo kode gen positif idelanya aktif, sedangkan gen yang berbahaya dinonaktifkan. Karena itu berpikir positif dianggapnya kunci penting untuk mengaktifkan kode tersebut. Dengan aktifnya pikiran positif itulah sel-sel dalam otak akan tumbuh ke arah positif pula. Maka wajar jika banyak orang yang pikirannya keruh mudah tertular penyakit kronis baik itu darah tinggi, temperamental, hingga jantung.

Maka jangan limbung karena penyakit kronis atau penambahan usia. Alih-alih sehat yang terjadi justru penyakit kian akut ketika Anda justru terlalu larut memikirkannya. Maka sebaiknya Anda terus berfikir positif sambil terus menebar inspirasi.

Berfikir positif juga akan berimplikasi pada kebahagiaan seseorang. Ia akan tampak selalu bahagia meski di ujung usia. Bahkan mereka yang pikirannya selalu bergerak kearah positif akan selalu lupa usia bahkan kapan sakit yang pernah dialaminya.(Sbg/ink)

(Sbg/Ink)

Comments