Hari Raya Imlek
Hari Raya Imlek ini adalah momentum bagi kita semua untuk merayakan kebhinekaan dan saat yang tepat untuk berintropeksi untuk menjadi manusia yang lebih baik. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Hari ini Segenap masyarakat Tionghoa di seluruh duni bersukacita merayakan Tahun Baru Tionghoa alias Hari Raya  Imlek. .

Apakah Imlek itu perayaan budaya atau agama, tak lagi diperdebatkan. Kita berterima kasih kepada Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang membuat Imlek menjadi sah sebagai hari raya di tanah air ini.

Hari Raya Imlek adalah momentum bagi kita semua untuk merayakan kebhinekaan dan saat yang tepat untuk berintropeksi untuk menjadi manusia yang lebih baik.

BACA JUGA

 

Merayakan Kebhinekaan

Jika merujuk pada riset-riset antropolog dan sejarawan, Nusantara ini tersusun dari interaksi antar-kebudayaan besar dunia—yaitu Tiongkok, India, Persia, dan Arab—yang bertemu dengan kultur Jawa, Batak, Bugis, Melayu, Aceh, dan budaya-budaya lokal di seluruh penjuru wilayah ini.

Maka Merayakan Imlek sejatinya adalah merayakan kebinekaan dalam kedamaian. Di negeri ini, Imlek tidak hanya menjadi renungan bagi orang-orang Tionghoa tetapi juga oase bagi mereka yang meyakini kedamaian dan kebaikan sebagai tujuan bagi sesama manusia.

Dalam sejarah panjangnya, tradisi Imlek merupakan perayaan musim semi. Usia tradisi ini sudah lebih dari 3.800 tahun, tepatnya dimulai pada masa pemerintahan Dinasti Shang. Pada perkembangannya, sejak zaman pemerintahan Kaisar Wudi dari masa Dinasti Han (202 SM-220 M), penetapan tahun baru Imlek mulai mengikuti kalender China, berlanjut hingga kini.

Intinya, Imlek menjadi ruang bersyukur  yang melintasi batas-batas etnis dan agama karena telah menjadi bagian dari interaksi antar-budaya.

Imlek Sebagai Momen Introspeksi

Sebagaimana fungsinya adalah alat ukur. Marilah pada kesempatan Hari Raya Imlek ini, kita mengukur kehidupan kita. Selama satu tahun yang telah kita lewati, berapa banyak hal-hal yang sudah kita hasilkan. Demikian juga dengan nilai-nilai kehidupan, apa saja yang sudah kita lakukan.

Yup, Di hari raya Imlek ini  menjadi saat yang tepat untuk  kita berintropeksi. akan  Hal-hal  buruk yang  menjadi catatan bagi kita.

Semoga hal-hal itu tidak akan kita ulangi lagi. Kita tidak mau jatuh dalam lobang yang sama. Demikian juga hal yang yang baik, kita kembangkan di tahun baru ini. Atas hasil catatan-catatan dan nilai-nilai di tahun yang telah kita lewati.

Semoga harapan di Hari Raya Imlek ini dapat Menjadi dasar atas apa yang akan kita lakukan di tahun baru ini.

Dengan demikian sesuai waktu-waktu yang bertambah, kehidupan kita pun meningkat dan tidak statis di tengah jalan, atau berjalan di tempat.

Selamat Hari Raya Imlek buat para pembaca Sabigaju yang merayakannya . (Sbg/Rig)

 

Comments