Hari Raya Idul Adha
(Grafis: Sabigaju.com/Sigit Sulistyo)

Sabigaju.com – Hari ini Minggu (11/8) Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Semangat Idul Adha secara tidak langsung dapat menumbuhkan sikap toleransi. Baik antar sesama umat muslim maupun dengan umat beragama lainnya.

Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk saling berbagi, peduli dan menolong sesama lewat berkurban. Arti berkurban yakni menolong dan meringankan beban individu yang membutuhkan.

Tentunya dengan berkurban tidak mengurangi harta dan tenaga seseorang karena Tuhan pasti akan melipatgandakan rezekinya.

BACA JUGA: Keseimbangan, Kunci Utama Hidup Bahagia 

Teladan Nabi Ibrahim dan Idul Adha

Hari raya Idul Adha, mengajak kita untuk mengingat peristiwa kurban dalam kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya sendiri yaitu Nabi Ismail.

Dengan ketaatan, Nabi Ibrahim ikhlas menjalankan perintah yang sulit tersebut. Padahal Nabi Ismail adalah anak yang sudah lama ditunggu-tunggu Nabi Ibrahim untuk dimiliki.

Di usia tua, barulah dia memperoleh seorang anak. Tapi Nabi Ibrahim taat saja, dia mau mengorbankan anaknya. Di sinilah Allah SWT menunjukkan kekuasaan Nya dengan mengganti Ismail dengan seekor kambing.

BACA JUGA: 

Idul Adha merupakan sarana bagi umat manusia untuk berbagi kepedulian antar sesama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Ada momen saling berbagi daging kurban, antara sesama umat muslim maupun dengan umat agama lainnya,

Dengan melakukan qurban, kita bisa berbagi kepada tetangganya pada seluruh orang-orang yang khususnya sangat membutuhkan kepedulian itu. Disinilah kepedulian rasa persatuan dan kerukunan itu diharapkan akan meningkat.

Jika kehidupan berlangsung tanpa kerukunan maka seluruhnya akan sengsara. Tanpa kebersamaan kehidupan ini akan sengsara, tanpa tolong menolong kehidupan ini juga akan menjadi saling mengeksploitasi.

BACA JUGA: Pelit dan Murah Hati Bisa Pengaruhi Kebahagiaan Kehidupan Seks

Hari Raya Idul Adha dan Teladan Kedermawanan

Saat berkurban, ada tiga pembagiannya yakni untuk yang berkorban itu sendiri, untuk keluarganya dan untuk orang-orang yang sekelilingnya khususnya fakir miskin. Dan fakir miskin itu mutlak apakah dia itu muslim atau non muslim.

Bahkan di Arab Saudi, daging kurban diawetkan lalu disebar ke negara-negara yang membutuhkan, seperti ke negara miskin di Afrika, tanpa memilah-milah agama mereka.

Jadi momentum Idul Adha ini adalah momentum berbagi kebahagiaan lewat kedermawanan kepada  saudara yang kurang beruntung. Selamat Hari Raya Idul Adha. (Sbg/Rig)

Comments