Print

Sabigaju.com – Hari ini Selasa 25 Desember 2018 umat kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Natal

Sebagai hari besar keagamaan, tentunya Natal memiliki makna yang istimewa bagi para umat yang merayakan. Maka Natal harus menjadi kesempatan untuk merenungkan hidup dan peribadi kita masing-masing.

Tidak hanya mempersiapkan baju baru, sepatu baru, dekorasi rumah yang baru, Natal seharusnya dapat menjadi momentum untuk  menciptakan  pribadi yang baru.

BACA JUGA

Renungan Natal

Malam Natal sendiri berarti malam kelahiran Yesus. Pada malam Natal, umat Kristen melaksanakan ibadah dan diajak untuk merenungkan makna tujuan kedatangan Yesus ke bumi.

Memaknai Hari Natal bukan hanya sebagai ritual, tradisi, atau malah pesta-pesta, tetapi bagaimana cara agar bisa memiliki hikmat Allah, sebagaimana diajarkan lewat kelahiran Yesus.

Proses yang dijalani bayi Yesus sejak awal kelahiran-Nya juga sungguh memprihatinkan. Kisah ini memberi pelajaran bahwa Sang Bayi Yesus juga mengalami masa-masa sulit.

Kelahiran-Nya pun sungguh sangat memprihatinkan. Yusuf dan Maria tidak mendapat tempat penginapan, sehingga terpaksa menerima tawaran untuk tinggal dan menginap di kandang hewan sampai masa kelahiran tiba.

Bayi Yesus pun, setelah dilahirkan, dibaringkan di palungan, tempat makan hewan ternak di kandang.

Belum lagi ancaman pembunuhan oleh Raja Herodes yang membuat mereka mengungsi ke Mesir karena terancam pembunuhan.

Inilah yang menjadikan pengalaman Natal, mungkin menjadi kelahiran paling langka.

Hari Natal adalah mahakarya Allah terhadap situasi ketidakberdayaan dan keterbatasan manusia melepaskan diri dari jerat dosa.

Hari Natal di Tengah Keprihatinan Bangsa

Kini Hari Natal dirayakan di tengah keprihatinan berbagai peristiwa memilukan seperti penembakan pekerja Trans Papua, Jatuhnya Pesawat yang membawa ratusan anak bangsa, serta kesedihan kita atas kejadian bencana tsunami di pantai-pantai Banten dan Lampung Selatan.serta kejadian likuifaksi di Palu, Donggala, Sigi belum lama ini. Belum lagi maraknya berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang berseliweran di media

Namun berbagai situasi tersebut, tak mampu menghambat kasih dan kepedulian Yesus untuk membebaskan manusia dari dosa.

Untuk itulah Hari Natal harus dirayakan dalam kesederhanaan sebagai sikap simpati pada para korban. Natal harus menghibur para korban bencana.

Maka, dana-dana pesta, sebaiknya dikumpulkan untuk para korban. Jangan ada pesta bermewah-mewah di tengah kepedihan sesama di negeri ini.

Selamat Natal 2018. (Sbg/Rig)

Comments