Imlek 2020
Grafis: Sabigaju.com/Sigit Sulistyo

Sabigaju.com – Hari ini Sabtu, 25 Januari 2020, masyarakat Tionghoa di Tanah Air merayakan Hari Imlek. Hal ini patut kita syukuri dan juga merupakan wujud dari semakin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Semarak Hari Imlek tak hanya terlihat di klenteng-klenteng. Perayaan budaya itu juga turut dirasakan seluruh warga DKI Jakarta dari berbagai latar belakang dan agama.

Dengan menggandeng sejumlah komunitas dan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan beragam atraksi agar suka cita Imlek bisa dirasakan di seluruh sudut Ibu Kota.

BACA JUGA: Sneakers Merah Pilihan Keren di Momen Imlek

Imlek melintasi Budaya

Perayaan Hari Imlek melintasi batas-batas etnis dan agama karena telah menjadi bagian dari interaksi antar-budaya.

Intinya, Imlek adalah ritual budaya sebagai wujud ruang bersyukur sebagai bagian dari budaya komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Perayaan ini adalah hasil dari akulturasi kebudayaan yang masuk ke Jakarta dan telah menjadi bagian dari kita semua

Perayaan Imlek diharapkan menjadi spirit membudayakan sikap pro hidup yang rukun dan damai, saling menghormati dan menghargai di antara sesama anak bangsa tanpa memandang perbedaan.

BACA JUGA: Lima Hal Tabu yang dilarang Saat Hari Raya Imlek

Peran Gus Dur Mengembalikan Imlek

Setiap kali masyarakat Tionghoa di Tanah Air merayakan Hari Imlek, setiap itu pula ingatan mengarah pada sosok Gus Dur.

Presiden RI keempat ini meneguhkan penghargaan negara kepada Konghocu sebagai agama plus Hari Raya Imlek. Kini Hari Imlek dirayakan “berdampingan” dengan hari raya agama-agama lain di Indonesia.

Sebagai pluralis, Gus Dur menerbitkan Inpres No. 6/2000 yang menegaskan kalau, komunitas Tionghoa bebas kembali menjalankan kepercayaan dan budayanya.

Gebrakan Gus Dur tersebut membuat demokrasi Indonesia ditegakkan, termasuk dalam relasi antar etnik dan agama.

Dalam demokrasi, semua etnik, semua agama mendapat tempat terhormat karena dalam demokrasi diterapkan prinsip toleransi sebagai penghormatan pada perbedaan di antara warga.

BACA JUGA: Menjajal Kenikmatan Metode Tao Saat Liburan Imlek

Imlek dan Persatuan

Kini prinsip toleransi dan pluralisme kebangsaan itu harus dijaga.

Meski Imlek berasal dari China (Tiongkok). Namun, tradisi dan peradabannya dapat digali dan menjadi inspirasi bagi siapa pun, di mana pun.

Perayaannya tidak hanya sebagai momentum aset budaya Indonesia, tetapi lebih dari itu menjadi media mempersatukan semua pihak sebagai anak bangsa

Dengan mengambil inspirasi dari Imlek, kita berharap Indonesia bisa tumbuh menjadi negara yang kuat yang mampu menyejahterakan seluruh komponen warganya tanpa diskriminasi.  Selamat Hari Imlek 2020. (Sbg/Rig)

Comments