Hari Disabilitas Internasional
Hari ini Senin (3/12) Warga dunia memperingati Hari disabilitas Sedunia yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sabigaju.com – Hari ini Senin (3/12) Warga dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Peringatan ini dirayakan Sejak tahun 1992 yang didasarkan pada Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 47/3 pada tahun 1992.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat.

BACA JUGA:

Hari Disabilitas Internasional jadi Trending Topik

Tema tahun ini berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan sebagai bagian dari 2030 Agenda untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Agenda 2030 berjanji untuk ‘tidak meninggalkan siapa pun di belakang’.

Hari Disabilitas Internasional
(Foto: Twitter)

“Penyandang disabilitas, baik sebagai penerima manfaat maupun agen perubahan, dapat mempercepat proses menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan serta mempromosikan masyarakat yang tangguh untuk semua, termasuk dalam konteks pengurangan risiko bencana dan aksi kemanusiaan, serta pembangunan perkotaan” saat dilansir dari website resmi PBB

Tema “Empowering Persons With Disabilities and Ensuring Inclusiveness and Equality”, jika diterjemahkan dalam tema nasional “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”.

Lini masa Twitter ramai dengan tagar #HariDisabilitasInternasional. Tagar ini memuncaki trending topic dengan twit-twit mengajak warganet lain untuk peduli dengan kaum difabel.

Presiden Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Presiden Jokowi menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di kawasan Bekasi, Jawa Barat, siang tadi.

Di sela acara, Jokowi menyempatkan diri menemui Mukhlis Abdul Kholik atau Adul, bocah penyandang disabilitas asal Sukabumi yang kisahnya viral karena merangkak sejauh 3 kilometer jika ingin pergi ke sekolah.

Lewat akun Instagramnya @jokowi, Presiden menceritakan bagaimana perjuangan Abdul dalam menuntut ilmu.

Karena memiliki keterbatasan fisik pada kakinya, Abdul terpaksa merangkak sejauh tiga kilometer menuju sekolahnya.

“Setiap hari, Abdul, murid kelas tiga sekolah dasar ini berjalan merangkak sejauh tiga kilometer menuju sekolahnya, SD Negeri X, Cibadak di Sukabumi,” tulis akun Instagram Joko Widodo.

Jokowi menuturkan, dirinya terinspirasi perjuangan yang dilakukan oleh Adul di tengah keterbatasannya.

“Mukhlis Abdul Holik baru berusia delapan tahun, tapi perjuangannya untuk mewujudkan cita-cita sungguh menginspirasi kita semua,” ungkap Jokowi.

Meskipun dalam keadaan yang terbatas, Abdul ternyata memiliki cita-cita mulia ketika dewasa nanti. Hal ini ia ungkapkan saat ditanya Jokowi.

“Hari ini saya bertemu dengan Abdul di acara Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Bekasi. Apa cita-cita Abdul? ‘Menjadi petugas pemadam kebakaran,’ jawabnya,” cerita Jokowi.

Bukan asal sebut, Abdul punya alasan tersendiri mengapa dirinya ingin menjadi pemadam kebakaran.

“Kenapa pemadam kebakaran? ‘Untuk menolong orang’. Abdul, bocah kecil dari Sukabumi telah mengajarkan kepada kita bahwa tekad untuk maju, keinginan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, tak berkurang sedikit pun oleh keterbatasan,” tutup Jokowi menceritakan alasan Abdul ingin menjadi pemadam kebakaran.

Selamat Hari Disabilitas Internasional. Mari lawan keterbatasan tanpa batas (Sbg/Rig)

Comments