Baiq Nuril
Hari ini Rabu (14/11) Warganet secara beramai ramai mengusung tagar #save ibu nuril seraya memohon keadilan hukum atas apa yang dialami oleh Baiq Nuril. (Foto Twitter)

Sabigaju.com – Warganet beramai-ramai lewat jagat Twitter Indonesia membuat kehebohan mengusung tagar #SaveIbuNuril pada Rabu (14/11/). Hal itu ditujukan untuk Baiq Nuril yang kini tengah terancam masuk bui karena dituduh menyebarkan rekaman percakapan asusila.

Baiq Nuril merupakan mantan pegawai Tata Usaha SMAN 7 Mataram yang terjerat kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Warganet menggugat dan marah atas keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Nuril dengan hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Tagar #SaveIbuNuril menjadi trending di twitter. Warganet menyampaikan berbagai hal terkait apa yang dialami Baiq Nuril. Mulai dari menggalang dana hingga memberi dukungan.

BACA JUGA:

Kilas Balik Kasus Baiq Nuril

Baiq Nuril merupakan mantan guru honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Saat masih bertugas di SMAN tersebut, Baiq Nuril yang kerap disapa Ibu Nuril, sering mengalami pelecehan dari M yang merupakan Kepala Sekolah SMA tersebut.

Pada 2012, Nuril ditelepon M yang menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya. Merasa tidak nyaman dengan hal tersebut dan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat hubungan gelap seperti yang dibicarakan orang sekitarnya, Nuril pun merekam pembicaraan tersebut.

Namun, bukan atas kehendaknya, rekaman tersebut menyebar sehingga M melaporkannya dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Selama proses persidangan, Nuril sempat ditahan sejak 27 Maret 2017 hingga 24 Juli 2017, dan dilanjutkan dengan tahanan kota hingga 23 Agustus 2017.

Kronologi Singkat

Kronologi ringkas kasus ini bermula pada Desember 2014, saat ponsel milik Nuril dipinjam seorang kawannya, Lalu Agus Rofik (saksi). Peminjaman terjadi di halaman kantor Dinas Kebersihan Kota Mataram. Selang beberapa jam, di tempat yang sama, datang Imam Mudawin (saksi).

Dari pertemuan dan peminjaman ponsel itulah rekaman percakapan Nuril dan Muslim bocor. Menurut jaksa, Nuril juga menyalin fail rekaman percakapan dari ponselnya ke laptop milik Iman. Bocornya rekaman itu berbuntut mutasi M dari SMAN 7 Mataram.

Dalam putusan PN Mataram, Nuril dinyatakan sebagai korban pelecehan seksual dari atasannya dan perbuatannya merekam perlakuan M bukan merupakan tindak pidana. Atas putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi, dan putusan kasasi malah menyatakan sebaliknya.

Nuril, akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) setelah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung karena merekam pernyataan “tidak senonoh” kepala sekolah.

Lantas akankah keadilan akan memihak kepada Baiq Nuril? Kita tunggu saja perkembangannya. (Sbg/Rig)

Comments