Dad Shaming
(Sumber Foto: © olly – stock.adobe.com)

Sabigaju.com – Selama ini, kasus perundungan, blaming atau shaming dalam dunia parenting hanya dikenal terjadi pada seorang ibu, terutama ibu baru. Tapi, apa kamu tahu bahwa perundungan juga sering dialami oleh seorang ayah?

Yes, dad shaming is real, guys! Kasus ini sama menyedihkannya dengan mom shaming. Padahal, kalian adalah orangtua yang butuh dukungan dari lingkungan agar anak bisa tumbuh kembang dengan baik.

Enggak becus banget ngurus anak. Lo pasti enggak pernah gendong anak lo ya sampai dia nangis liat lo? Ini pasti karena lo enggak cukup ngasih uang istri. Dan, pernyataan jahat lainnya.

BACA JUGA: Mimpi Para Lelaki Kekinian Menjadi Ayah Impian

Dampak Dad Shaming

Mungkin bagi pelaku, ini sepele dan terkesan bercanda. Tapi justru ini sangat berpengaruh pada psikis seorang ayah yang juga mencintai anaknya.

Jika seorang pria bisa melakukan yang terbaik pada masa mudanya, bukan berarti dia punya imun untuk menghadapi dad shaming ketika berperan sebagai ayah.

Penghakiman semacam ini bahkan bisa berdampak buruk pada perannya sebagai ayah. Beberapa hanya dirasa mengganggu, beberapa lainnya merasa hal tersebut berpengaruh terhadap gaya pengasuhan mereka kepada anaknya.

BACA JUGA: Begini Peran Penting Ayah dalam Membesarkan Anak

Sebuah riset yang dilakukan di Universitas Michigan mengungkap bahwa beberapa ayah yang pernah terkena dad shaming pada akhirnya tak ingin banyak terlibat dalam pengasuhan anak.

“Saya berharap ini ada kaitannya dengan usia sang ayah, pendapatannya, tapi sayangnya ternyata tidak. Sebab utamanya justru ada pada sumber kritikan,” kata wakil pimpinan dari riset tersebut, Clark.

Riset tersebut juga mengungkap bahwa seorang ayah akan lebih merasa tidak percaya diri jika sumber kritik berasal dari orangtua anak lain daripada dari kerabat terdekat seperti kakek dan nenek si anak, teman, orang asing atau seorang profesional.

Namun seorang ayah juga ternyata akan menyambut positif kritikan apabila ini ada kaitannya dengan kesehatan atau keamanan sang anak. Mereka akan cenderung melakukan perubahan.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Bahagia, Menjadi Ayah atau Ibu?

Kritik Juga Datang dari Istri Sendiri

Kritik juga bisa datang dari para istri dan tentu ini sama menyakitkannya. Ini karena mereka tak menyadari apa yang mereka lakukan masih dalam pengaruh stereotip gender yang katanya, seorang ibulah yang paling becus mengurus anak. Laki-laki butuh dilatih dan hanya berperan sebagai babysitter.

Kritik juga dilakukan oleh istri karena mereka hanya ingin pasangannya melakukan apa yang sesuai dengan keyakinan mereka.

Singkat kata, sang istri merasa suami tak melakukannya dengan benar. Padahal ini hanya karena suami melakukan hal berbeda dengan mereka.

BACA JUGA: Anak yang Mirip dengan Ayahnya Ternyata Lebih Sehat 

Yang Biasanya Dikritik dari Suami

Dikutip situs Global News, pria biasanya dikritik soal kedisiplinan, diet dan nutrisi anak, mengacuhkan anak dan terlalu kasar pada anak mereka.

Jadi, jangan heran kalau kamu akan dimarahi istri karena terlalu keras memarahi anak, memberi jajanan, sibuk bermain ponsel, atau bercanda yang menurut mereka membahayakan anak.

Jika kritikan ini dirasa mengganggu dan bisa mengurangi kepercayaan dirimu, maka kamu bisa mengkomunikasikannya pada pasangan, orang yang mengkritik dan ahli ya. (Sbg/Dinda)

Comments