Menangis
Anak laki-laki enggak boleh menangis, itu yang kerap kita dengar dari para orangtua dulu. Itu sebabnya, kita seringkali menangis diam-diam, supaya tak dicap cengeng dan lemah. .(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Anak laki-laki enggak boleh menangis, itu yang kerap kita dengar dari para orangtua dulu. Itu sebabnya, kita seringkali menangis diam-diam, supaya tak dicap cengeng dan lemah. Bagi mereka, laki-laki adalah harus kuat, even emotionless.

Masyarakat patriarki menganggap bahwa laki-laki harus memimpin keluarga hingga harus menekan emosinya. Laki-laki dilarang nangis, setidaknya tidak di depan orang banyak. Karena orang-orang tak ingin melihat pria nangis.

Kemudian frasa itu akhirnya menjadi momok menakutkan bagi kalangan laki-laki. Be a man! Don’t be like a girl! Real men don’t cry!

Can you suppress your emotion as long as possible?

BACA JUGA:

 

Tak Ada Hubungannya dengan Siapa yang Kuat atau Lemah

Pria maupun wanita punya range yang sama soal emosi. Fakta aneh yang sebetulnya menjamur di masyarakat kita adalah bahwa wanita boleh mengekspresikan emosinya karena dianggap golongan lemah.

Artinya, kaum pria harus melakukan hal sebaliknya karena dianggap kaum yang kuat.

Tapi yang harus kita pahami adalah bahwa ini bukan soal siapa yang kuat atau lemah. Semua orang punya kesempatan yang sama dalam mengekspresikan emosinya. So do you, guys! Menangis kadang membuat kita menjadi lebih kuat nantinya.

Menahan Emosi Bisa Timbulkan Penyakit

Kebiasaan menahan emosi akan menimbulkan penyakit. Sejak pria dituntut untuk menunjukkan maskulinitasnya, mereka akan berusaha menutupi gejala penyakit ringan. Dari kebiasaan inilah akan timbul penyakit yang lebih berbahaya.

Cuma Soal Label Sosial

Kamu harus percaya bahwa “pria cengeng” adalah label semata dari kondisi sosial yang ada. Wanita dibolehkan menangis karena mereka dianggap makhluk emosional. Tapi bukan berarti kamu juga tak punya emosi yang tak bisa ditunjukkan, kan?

Masculinity toxic semacam ini memang sudah mengakar kuat di masyarakat kita. Tapi ini bisa dimulai dari kamu, kaum pria terlebih dulu yang berpikir bahwa pria menangis bukan berarti cengeng. (Sbg/dinda)

Comments