Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik sekitar pukul 07.45 WIB dan sempat terjadi getaran selama 15 detik Pada Jumat (11/5) pagi. (Foto: Twitter)
Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik sekitar pukul 07.45 WIB dan sempat terjadi getaran selama 15 detik Pada Jumat (11/5) pagi. (Foto: Twitter)

Sabigaju.com – Hari ini, Jumat (11/5) pagi, Gunung Merapi meletus secara freatik sekitar pukul 07.45 WIB dan sempat terjadi getaran selama 15 detik.

Letusan disertai dengan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah.

Menurut BPBD Kabupaten Magelang, terjadi letusan freatik Gunung Merapi. Karena peristiwa ini, pihak BPBD Magelang mengimbau warga untuk menjauhi radius 3 km.

View this post on Instagram

Update informasi kondisi Gunung Merapi, Jum’at 11 Mei 2018 s.d Pukul 11.30 WIB: Pukul 06.00WIB : -Gunung merapi terjadi peningkatan kegempaan dan peningkatan suhu kawah mengalami penurunan Pukul 07.40 WIB : – Terjadi kegempaan dengan durasi 5 menit dengan ketinggian kolom asap 5500 m diatas puncak Pukul 08.54 WIB : -Pergerakan abu vulkanik ke arah selatan-barat daya Pukul 08.53 WIB : – Erupsi yang terjadi bersifat freatik atau didominasi uap air. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. -Radius Ancaman 5 Km dari puncak merapi Pukul 09.35 WIB : – Radius 5 Km dari puncak hujan abu sudah reda. Pukul 09.40 WIB : -Radius Ancaman turun menjadi 2 Km dari puncak Merapi Pukul 09.44 WIB : – Kondisi gunung merapi berstatus Normal. Rekaman seismik merapai sudah landai kembali. -Status merapi Kembali NORMAL Pukul 10.00 WIB : – Dari informasi yang didapat dari posko pendakian jalur selo, terdapat ± 160 mendaki gunung Merapai pada tanggal 09 – 11 Mei 2018. Kegiatan yang telah dilaksanakan/Pemantauan: – BPBD Kabupaten Magelang memantau langsung di wilayah KRB III – BPBD Kabupaten Magelang telah mendistribusikan masker di 3 Kecamatan KRB III dan II Kabupaten Magelang sebanyak 9000 lembar – BPBD Kabupaten Magelang Melakukan pemantuan dan koordinasi dengan Pos Pendakian Selo untuk memantau perkembangan kondisi Pendaki Merapi yang melalui jalur Selo Kesimpulan : – Pukul 10.59 WIB* Dari hasil pemantauan BPBD Kabupaten Magelang bersama dengan TNI/POLRI dan PMI, wilayah Kecamatan Sawangan, Kecamatan Dukun dan Kecamatan Srumbung terpantau kondusif, masyarakat beraktifitas seperti biasa – Pukul 11.16 WIB* SAR Barameru Merapi dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi sedang melaksanakan proses evakuasi pendaki yang masih berada di Pasar Bubrah – Masyarakat dihimbau tetap tenang dan selalu siaga *Sumber Informasi : BPPTKG YK, BMKG, PVMBG, *Sumber Visual : Warga sekitar CALL CENTER PUSDALOPS BPBD KABUPATEN MAGELANG Telp dan Fax : (0293) 789999 Hotline/WA : +62293789999 Website : http://bpbd.magelangkab.go.id Facebook : BPBD KabMagelang Twitter : @BPBDMagelang

A post shared by BPBD Kabupaten Magelang (@bpbdkabmagelang) on

“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Jauhi radius 3 km dari puncak Merapi,” tulis keterangan dari BPBD Magelang kepada media.

Topik Gunung Merapi meletus muncul di berbagai media sosial, khususnya di kalangan warga Yogyakarta.

Tak sedikit warganet yang mengunggah foto-foto yang menggambarkan asap putih menjulang beredar di akun-akun media sosial sejak pagi hingga jelang siang ini.

Imbauan BNPB

Terkait kejadian Tersebut BNPB mengeluarkan sejumlah imbauan kepada warga di sekitar Gunung Merapi.

Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak panik. Beberapa sekolah di sekitar lereng Gunung Merapi juga diliburkan. Hingga artikel ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa dan materi dari laporan hingga pukul 08.30 WIB.

View this post on Instagram

*GUNUNG MERAPI MELETUS FREATIK TINGGI KOLOM LETUSAN 5.500 METER, STATUS NORMAL* Gunung Merapi yang  terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman meletus freatik pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.32 WIB. Letusan disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan melontatkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik. Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik. Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat dihimbau tetap tenang. Belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo sudah diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman. Para pendaki gunung Merapi dihimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah. Berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat. BPBD telah mendistribusikan masker. Hujan abu diperkirakan turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin. Dilaporkan hujan abu vulkanik terjafi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

A post shared by BNPB Indonesia (@bnpb_indonesia) on

Meletus Dahsyat tahun 2010

Gunung Merapi adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia.

Di pengujung 2010 sekitar tanggal 3-4 November, Gunung Merapi di Jawa Tengah yang terus bererupsi. Abu pun tidak hanya menyelimuti DI Yogyakarta dan sekitarnya, namun juga hingga beberapa kota di Jawa Barat.

Letusan yang terjadi kala itu disebut sebagai puncak erupsi, bahkan juga terdahsyat dalam 100 tahun. Letusan Merapi kala itu memecahkan rekor letusan Gunung Galunggung 1982 lampau.

Dilaporkan 64 korban meninggal dunia dan 78 orang menderita luka bakar. Mereka umumnya merupakan warga Magelang, Klaten, dan Boyolali. Berdasarkan kesaksian petugas di ruang identifikasi jenazah, hampir semua korban menghitam sekujur badannya terpanggang awan panas. Identifikasi pun sulit dilakukan.

Ironisnya, banyak korban jatuh karena tak hirau akan imbauan pemerintah untuk mengungsi. Tak terkecuali Mbah Maridjan, juru kunci Merapi yang meninggal 26 Oktober 2010.

Letusan amat dahsyat 5 November pukul 00.00-04.00. semburat awan panas yang dikeluarkan dari 6-8 kilometer kedalaman perut gunung, menyapu kawasan radius 15 kilometer. (sbg/Rig)

Comments