Popularitas game Fortniter upanya membawa efek samping. Belakangan, game battle royale ini dijadikan sarana oleh gerombolan penjahat cyber untuk melakukan aksi kriminal pencucian uang. (Foto: Epic Games)

Sabigaju.com – Game Fortnite menjadi satu di antara gim yang digandrungi begitu banyak orang dengan ragam tingkat usia mulai dari dewasa hingga anak-anak usia sekolah.

Sayangnya, popularitas game Fortnite ini dijadikan sarana oleh  gerombolan penjahat cyber untuk melakukan aksi kriminal pencuci uang.

Aksi kriminal tersebut didesain sedemikian rupa untuk membuat uang hasil tindakan kriminal tampil layaknya uang yang dihasilkan dari sebuah aktivitas yang legal.

BACA JUGA: 

 

Modus Operasi Cuci Uang di Game Fortnite

Laporan yang dirilis laman Variety telah menemukan, bahwa sindikat pencucian uang menggunakan Fortnite sebagai media efektif untuk melakukan aksinya. Caranya? Mereka mencuri informasi kartu kredit orang lain – menggunakannya untuk membeli V-bucks

Nah V-Bucks adalah mata uang virtual di dalam gim Fortnite digunakan untuk membeli pakaian, senjata, dan item di dalam game dan konten lain yang bisa dibeli. Lalu, mereka menjual rincian login akunnya melalui eBay, layanan lelang pihak ketiga lainnya, dan dark web.

Namun, sebagian besar pencucian uang terjadi di dark web, yang merupakan bagian dari internet di mana hanya dapat diakses melalui perangkat lunak khusus.

Meskipun orang menjual akun dengan harga kurang dari yang mereka butuhkan, proses tersebut masih mengubah kartu kredit curian menjadi uang yang sah melalui pembelian yang dilakukan via layanan seperti PayPal. Teknik itu sendiri dikenal sebagai carding dan tidak selalu unik untuk Game Fortnite.

Lebih lanjut, V-Bucks yang didiskon dijual di platform media sosial, seperti Instagram dan Twitter. Jadi para penjahat ini memperoleh uang yang bersih dan aman dibandingkan jika mereka membeli barang lain dengan kartu kredit curian.

Sebelum nya Game Clash of Clans, Clash Royale dan Marvel Contest of Champions juga dikabarkan digunakan para penjahat cyber untuk pencucian uang.

Tanggapan Epic Games

Merespons laporan aksi pencucian uang di dalam gim buatannya, pengembang Fortnite, Epic Games menanggapi masalah tersebut dengan serius.

“Kami mendorong pemain untuk melindungi akun mereka dengan mengaktifkan otentikasi dua faktor, tidak menggunakan kembali kata sandi, dan mengunakan kata sandi yang kuat, dan tidak berbagi informasi akun dengan orang lain,” kata juru bicara Epic Games.

Hmm sepertinya biar para penjahat tersebut tidak beraksi di sini , penegak hukum dan PPATK  di di negeri ini  sudah harus memonitoring transaksi melalui game selain memonitoring transaksi perbankan. Setuju gag? (Sbg/Rig)

Comments