Ditinggal Kekasih
(Sumber Foto: eharmony.co.uk)

Sabigaju.com – Saat kamu jatuh hati dan berlanjut menjalin hubungan asmara dengan wanita gebetan pastinya perasaan berbunga-bunga pun muncul. Namun bagaimana ketika hal itu berubah seketika? Kamu ditinggal kekasih yang pergi menghilang tanpa kabar saat lagi sayang-sayangnya?

Jika kamu tengah mengalami hal itu berarti kamu tengah mengalami ghosting alias ditinggal seseorang saat perasaan sedang sayang-sayangnya.

Hal ini pernah menjadi bahan ulasan dalam sebuah artikel di situs The New York Times yang mengibaratkan kondisi tersebut dengan istilah ‘hantu’ sebagai julukan bagi seseorang yang pernah menjadi bagian hidup seseorang, kemudian ia pergi tanpa penjelasan apa pun.

Nah, sebelum kamu meratapi kesedihan lantaran mengalami ghosting di akhir pekan ini yuk ketahui apa sih yang menjadi alasan pendorong dari para pelaku ghosting?

BACA JUGA: Dilanda Asmara Bikin Orang Nggak Fokus Kerja 

Ghosting dan Penelitian Ilmiah

Dalam sebuah ulasan  Perilaku ghosting sebenarnya sudah ada sejak munculnya interaksi antar-manusia.

Meski belum banyak penelitian yang diterbitkan tentang ghostin, namun, Menurut pandangan Tarra Collins, Seorang Associate Profesor Psikologi di Winthrop University, secara psikologi, ghosting adalah sebuah strategi yang umum digunakan untuk menyudahi hubungan, terutama di era digital ini.

Menurutnya di era informasi ini, orang lebih mudah memulai hubungan dan untuk menyudahinya pun juga demikian mudah.

Collins mengungkapkan tanpa adanya jaringan sosial yang sama antara dua orang, akan lebih mudah untuk menyudahi semuanya dan menghilang tanpa adanya konsekuensi-konsekuensi yang diperkirakan akan terjadi lebih lanjut.

Dan gaes, kamu mesti tahu nih, seseorang akan mengalami perilaku ghosting sebenarnya dapat dilihat apabila intensitas komunikasi menurun, banyak agenda yang dibatalkan secra tiba-tiba, kebohongan-kebohongan, hingga menghilang secara perlahan maupun tiba-tiba.

Perilaku ghostinga alias  ditinggal kekasih tanpa memberikan penjelasan sebelumnya tidak hanya dialami pada hubungan personal antara dua orang ataupun hubungan percintaan saja,

Hal itu  juga seringkali terjadi pada hubungan bisnis pertemanan maupun relasi lainnya.

BACA JUGA: Kode Keras Buat Kamu untuk Meninggalkan Si Dia 

Ghosting dan Trauma Psikologis

Perilaku ghosting dinilai sebagai cara terburuk dalam mengakhiri hubungan. Seringkali, perilaku ini justru menimbulkan konfrontasi atau dampak negatif yang lebih besar setelahnya.

Pada beberapa orang yang menjadi korban “ditinggal kekasih pas lagi sayang-sayangnya”, dapat menyebabkan perasaan tidak dihargai, tidak berguna, dan terbuang.

Penolakan sosial menimbulkan rasa sakit yang sama pada otak sebagai sebagai rasa sakit fisik.

Dalam hal hubungan antara penolakan dan rasa sakit, ada faktor-faktor spesifik dari ghosting yang dapat berkontribusi dan menyebabkan tekanan psikologis serta dapat meninggalkan luka dan trauma psikologis.

BACA JUGA: Memutuskan Hubungan Itu Ada Mannernya Lho

Mengatasi Dampak Ghosting

Nah, seseorang yang mengalami ditinggal kekasih seketika alias ghosting seringkali berasosiasi dengan perasaan sakit dan persepsi-persepsi ditolak oleh publik.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir probabilitas munculnya perasaan-perasaan tersebut, korban harus tetap menjaga hubungan sosial dengan orang-orang.

Lingkungan sosial yang tetap terjalin dapat membantu mengontrol perilaku sebagai korban. Sebab, menjadi korban ghosting mungkin akan mengakibatkan ketidakteraturan emosional di luar kendali.

Otak selalu mengatur sebuah sistem pengawasan sosial yang menggunakan mood, orang, dan lingkungan sosial untuk melatih kita bagaimana merespons situasi.

Ketika mengalami ghosting, tidak ada pemutusan hubungan, korban akan mempertanyakan diri dan pilihan yang pada akhirnya menyabotase rasa menghargai diri dan kepercayaan diri.

Oleh karena itu, tetap berinteraksi dengan orang lain dengan mempertahankan lingkaran sosial adalah sebuah upaya untuk menghindari konsekuensi negatif ketika kamu ditinggal kekasih pas lagi sayang-sayangnya. (Sbg/Rig)

Comments