Sabigaju.com – Berbagai studi dan penelitian menyimpulkan bahwa generasi milenial atau generasi yang lahir pada rentang 1980 dan 1990 tengah, lebih mementingkan pengalaman dan pengakuan diri.

Hal tersebut terbukti dari tingginya minat generasi milenial yang lebih suka traveling atau jalan-jalan dibandingkan mengunjungi kelab malam.

Lantas, apa yang membuat generasi milenial lebih memilih travelling daripada hang out ke kelab malam? Mengapa bisa demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Generasi Milenial Gila Traveling

Aktivitas traveling kini pun menjadi perilaku khas kalangan milenial. Traveling menjadi salah satu cara bagi kalangan milenial untuk melepaskan penat atau hanya sekedar mengisi waktu liburan.

Mereka akan mengambil kesempatan menjelajahi tempat baru, bahkan pada akhir minggu yang tidak terlalu panjang bahkan tanpa menggunakan peta.

Traveling menjadi salah satu cara bagi kalangan millennial untuk melepaskan penat atau hanya sekedar mengisi waktu liburan. (Foto: Instagram hendry__xiao)
Traveling menjadi salah satu cara bagi kalangan millennial untuk melepaskan penat atau hanya sekedar mengisi waktu liburan. (Foto: Instagram hendry__xiao)

Yup! Para traveler milenial kini gemar melakukan hal tersebut dan bahkan mereka kerap jalan-jalan tanpa rencana. Sehingga kesempatan melihat berbagai daerah yang belum pernah dikunjungi, menjadi lebih besar.

Bagi para traveler milenial menganggap bahwa dalam dunia traveling tidak ada kata tersesat, karena pada dasarnya tersesat adalah berada di tempat yang belum pernah dilalui sebelumnya.

Tentunya, hal ini menunjukkan banyak traveler milenial menginginkan hal yang tidak biasa dibanding dengan berbagai hal yang sudah ada sebelumnya. Bisa dikatakan, bahwa jiwa traveling generasi milenial merupakan jiwa petualang dan mandiri saat berada di tempat baru.

Petualangan yang mereka lakukan biasanya adalah mengeksplorasi tempat baru yang mungkin belum pernah didatangi sama sekali. Kejutan di tempat baru itu menumbuhkan rasa kepuasan sendiri.

Milenial Tidak Suka Kelab Malam

Akibat traveling, kaum milenial rupanya kurang menyukai hang out untuk ke kelab malam. Mereka kurang tertarik bertatap muka ataupun berkenalan dengan orang baru karena sudah ada media sosial.

Hal itu terjadi lantaran mereka yang tumbuh di lingkungan teknologi, lebih berinteraksi di media sosial, dan lebih memilih menghabiskan uang demi pengalaman selain materi, misalnya jalan-jalan.

Kalaupun ingin hang out, mereka lebih cenderung memilih pengalaman yang shareable, yang bisa dibagikan di media sosial daripada pergi ke bar setiap akhir pekan. Artinya, bisa jadi mereka menghabiskan waktu untuk pergi ke tempat yang unik yang pantas dibagi di Instagram, Facebook, seperti restoran enak atau menonton pertunjukan spektakuler.

Ada semacam pemikiran yang menghinggapi mereka, buat apa harus berdesakan di sebuah kelab yang bau keringat. Sungguh sebuah kegiatan yang tak berarti. Lebih baik berpetualang dan melakukan banyak hal.

Lebih dari itu kegemaran generasi milenial berfoto pun nampaknya menjadi alasan mengapa mereka enggan menyambangi kelab malam. Kalau harga biaya masuknya saja sudah mahal dan semua fotonya bakal gelap, ngapain juga harus ke kelab malam? (Sbg/Rig)

Comments