Akibat gempa yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barata, sebagian kaca di RS Siaga Medika Banyumas nampak hancur. (Foto Instagram)

Sabigaju.com – Hingga Sabtu (16/12) sore menjelang malam netizen masih dengan seksama mengikuti berbagai informasi tentang gempa bumi yang melanda sebagian pulau Jawa sejak jumat (15/12) malam.

Bahkan sebagian penduduk Jakarta yang tinggal di apartemen merasakan kuatnya guncangan gempa mengguncang Jakarta pada Sabtu pagi hari ini sekitar pukul 07.27. Namun getaran yang terjadi tadi pagi tidaklah sekuat getaran yang gempa Jumat malam pukul 23.47 WIB. Gempa 6,9 SR itu berpusat di Tasikmalaya dengan kedalaman 107 km.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selang lima menit pasca gempa 6,9 Skala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, gempa ini mengguncang kawasan Jawa Tengah hingga DIY. Pihak BPBD menyalakan peringatan tsunami. Warga pun merespon dengan bergegas evakuasi ke dataran tinggi.

Presiden Pantau Gempa di Pulau Jawa

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengaku tak tidur menunggu kabar gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam. Ia tak bisa tidur karena gempa yang terjadi bukan dalam skala kecil.

“Tadi malam saya tidak tidur. Karena gempanya bukan gempa yang kecil,” ungkap Jokowi kepada para wartawan usai berkeliling melihat pameran pada acara Rakornas Tiga Pilar di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (16/12).

Akibat gempa banyak bangunan rusak dan hancur (Foto Instagram)

Jokowi menyebutkan, pertama, gempa di Sukabumi, Jawa Barat, itu dikabarkan sebesar 7,3 skala ritcher (SR). Kemudian ada pemutakhiran informasi lagi menjadi 6,9 SR. Bahkan, ada peringatan dini terjadinya tsunami. “Itu angka yang besar. Oleh sebab itu tadi malam menunggu berita di daerah. Tapi alhamdullilah semuanya baik-baik saja,” kata dia.

Akibat yang dari Gempa di Pulau Jawa

Melalui pesan singkatnya di Jakarta, Sutopo juga  menyampaikan kepada awak media  dua orang yang meninggal akibat gempa bumi pada Jumat (15/12) malam adalah Dede Lutfi (62), Warga Desa Gunungsahari, Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80) Warga Sugihwaras, Pekalongan.

Selain korban meninggal, laporan BNPB juga menyatakan gempa tersebut menyebabkan tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat hingga roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan public juga mengalami kerusakan.

Akibat gempa banyak bangunan rusak dan hancur (03 )(Foto Instagram)

Dampak gempa di wilayah Jawa Barat, yakni satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan.

Sedangkan di Jawa Tengah, satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan enam rumah rusak sedang.

Akibat gempa banyak bangunan rusak dan hancur. (Foto Instagram)

Menurut dia, daerah yang terdampak gempa dan mengalami kerusakan di antaranya adalah Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Pekalongan, Banyumas, Brebes, dan Banjarnegara.

“Mengingat pusat gempa berada di enam kilometer arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan rusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat,” tambah dia. (Sbg/Rig)

Comments