Gaya Hidup Latte Factor
(Sumber Foto: wwww.kiplinger.com/C.J. Burton)

Sabigaju.com – Salah satu boros yang kini banyak menjangkiti para pekerja kantoran maupun anak muda di kota-kota besar adalah gaya hidup latte factor.

Gaya hidup latte factor membuat keuangan seseorang menjadi boros lantaran kerap melakukan pengeluaran untuk hal yang sebenarnya tidak perlu, yang terlihat kecil dan tanpa sadar dilakukan terus menerus, hingga akhirnya membuat pengeluaran membengkak.

Istilah latte dipilih karena merujuk pada hobi banyak orang mengonsumsi kopi setiap hari, apalagi di kota besar.

BACA JUGA: Stop Menghabiskan Banyak Uang Hanya untuk Bikin Orang Terkesan! 

Asal Mula Gaya Hidup Latte Factor

Gaya hidup latte factor pertama kali dikenalkan oleh seorang motivator, penulis, dan pengusaha, David Bach dalam bukunya yang berjudul Finish Rich, Bach mengatakan latte factor mengarah pada kebiasaan seseorang yang selalu menghabiskan penghasilannya untuk hal-hal kecil namun rutin.

Gaya Hidup Latte Factor
(Ilustrasi: cjburton.photo)

Yup, Latte factor tak hanya berwujud kopi, ia bisa macam-macam wujudnya, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, makan di restoran, hingga pakaian baru. Intinya, setiap orang memiliki latte factor-nya masing-masing.

Padahal jika pengeluaran tersebut dikurangi dan dialihkan untuk tabungan dan investasi, justru bisa menjadi sumber pendapatan yang sangat besar lho. Keuangan per bulannya juga bisa lebih stabil dan terhindar dari kesulitan.

BACA JUGA: Gig Economy, Antara Gaya Hidup dan Pendapatan

Mengantisipasi Latte Factor

Melihat fenomena latte factor yang makin marak ini, kita sudah seharusnya mewaspadai dampak negatif dari trend yang secara tidak sadar bisa membuat Anda bokek ini.

Oleh karenanya, latte factor pada dasarnya perlu diminimalisir. Untuk itu kamu harus mengenali dan mengidentifikasi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting setiap harinya. Setelah itu, barulah kamu tekan pengeluaran tersebut semaksimal mungkin.

Selain itu kamu perlu mencatat semua pegeluaran  per hari. Kemudian pencatatan bisa ditingkatkan menjadi catatan mingguan dan bulanan.

BACA JUGA: Bukan Cuma Body dan Hati Kenali Perselingkuhan Finansial

Dengan begitu kamu bisa melihat apa saja pengeluaran yang ternyata tidak  diperlukan dan bisa segera disetop.

Usai mencatat seluruh pengeluaran, buatlah  perencanaan keuangan tentang  apa saja kebutuhan yang membuatmu  harus mengeluarkan uang setiap bulannya. Ingatnya kebutuhan bukan keinginan.

Yuk, tinggalkan gaya hidup latte factor dan mulai investasi sejak dini! (Sbg/Rig)

Comments