Bung Karno dan Bung Hatta saat memproklamasikan kemerdejkaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 (Frans Mendur)
Bung Karno dan Bung Hatta saat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 (Foto: Frans Mendur)

Sabigaju.com – Hari ini segenap Bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-73 yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Momen bersejarah itu terjadi di Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai Proklamator saat itu adalah presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno didampingi wakilnya Bung Hatta. Adapun teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dibacakan saat itu tepat pukul 10.00.

Ternyata Bung Karno dan Bung Hata memiliki kisah tersendiri tentang cara berbusana sebagaimana yang akan diulas Sabigaju berikut ini.

Gaya Fashion Ikonik ala Bung Karno

Dahulu kala, ketika Republik ini baru saja dimerdekakan, gaya hidup pemimpin negeri ini sangat sederhana. Demikian pula halnya dengan Bung Karno dan Bung Hatta.

Baju yang dikenakan Bung Karno dijahit sendiri oleh istrinya. Kainnya pun rata-rata pemberian kawannya. Pernah suatu hari Bung Karno mendapat kiriman pakaian bekas korps tentara wanita Australia. Pakaian itu kemudian dipermak sendiri dan jadilah pakaian seorang Presiden.

Bung Karno mempunyai gaya busana yang menonjolkan etika kesopanan. Dimata Bung Karno busana bukan hanya tuntutan sebuah kesopanan tetapi lebih jauh dari itu dalam busana dan cara menggunakannya banyak mengandung nilai seni.

View this post on Instagram

Bukan saja kita menang di medan perang, tetapi juga dalam hal memberantas buta huruf kita! • Oleh karena itulah maka pada 14 Maret 1948 aku canangkan satu program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) tak kurang di 18.663 daerah dan melibatkan 17.822 orang guru serta 761.483 murid. Adapun yang digelar secara independen berjumlah 881 daerah dengan total 515 orang guru dan 33.626 murid. • Hasilnya? Subhanallah, aku panjatkan syukur alhamdulilah terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa, saudara-saudara, oleh karena pada 31 Desember 1964, seluruh manusia di tanah air kita, yang berusia 13—45 tahun, kecuali di Irian Barat, telah dinyatakan bebas dari buta huruf! —– 🇮🇩 #Jasmerah Mari selami kembali kehidupan dan dunia pemikiran @PresidenSukarno sebagai satu ikhtiar kita untuk tidak meninggalkan sejarah. Selami, Saudara-saudara, dan berjuanglah terus! —– #BungKarno #Sukarno #Soekarno #IrSukarno #IrSoekarno #PresidenSukarno #PresidenSoekarno #Sukarnois #Soekarnois #Koesno #Kusno #KoesnoSosrodihardjo #KusnoSosrodiharjo #PutraSangFajar #PemimpinBesarRevolusi #Sejarah #Indonesia #SejarahIndonesia

A post shared by Dr.(H.C.) Ir. H. Sukarno (@presidensukarno) on

Dalam berbusana Bung Karno sangat teliti, baik warna, model sampai pada bahan yang akan digunakan. Dan dalam kerapian serta keserasian.

Gaya ikonik Bung karno dalam busana juga terlihat lewat setelan jas putih yang rapi yang dikenakan Soekarno di berbagai acara dalam dan luar negeri, menjadi ciri khasnya.

Tak lupa dengan peci hitam, sesekali kaca mata hitam, serta tongkat kebesarannya yang tak pernah lepas dari tangannya. Pemakaian busana dan aksesorisnya tersebut menjadi ciri khas yang sangat ikonik sampai saat ini.

Selain itu Bung Karno kerap terlihat mengenakan seragam militer rancangannya sebagai panglima tertinggi lengkap dengan lencana-lencana kebesaran walaupun dirinya bukan berlatar belakang militer.

Tak lupa kaca mata hitam dan tongkat komando dalam kepitan. Dirinya pun tampak semakin sedap dipandang mata dengan peci.

Gaya berpakaian Bung Karno ini membuat dirinya mendapat julukan ‘Indonesian Dandy’ dari Rudolf Mrázek, seorang Professor Sejarah di University of Michigan, Amerika Serikat.

Bung Karno mempunyai tukang jahit langganan, namanya The. The sendiri merupakan seorang Tionghoa warga Negara Indonesia. The ini mempunyai usaha jahit bernama Smart di Jalan Sawah Besar.

Untuk pakaian sehari-hari, Bung Karno juga sangat sederhana. Kalau robek Bung Karno biasanya meminta untuk dijahit kembali. Setelah itu, beliau gunakan lagi.

Apalagi kalau pakaian tersebut termasuk favorit Bung Karno. Meski dijahit beberapa kali pun pakaian tersebut tetap dipakai. Demikian pula alas kaki Bung Karno lebih suka mengenakan sandal lama bahkan yang hampir rusak.

Gaya Fashion Bung Hatta

Gaya busana Bung Hatta yang selalu terlihat rapih tidak lepas dari apa yang kerap disaksikannya saat menimba ilmu di negeri Belanda.

View this post on Instagram

PROKLAMASI HADIAH ULANG TAHUN TERBESAR BUNG HATTA.🇮🇩🇮🇩 . 12 Agustus mungkin bukan tanggal spesial bagi kita dan kebanyakan masyarakat Indonesia. Tapi, bagi Bung Hatta 12 Agustus adalah tanggal bersejarah. Ya, ini adalah tanggal di mana beliau berulang tahun. Di samping itu, di momen ini juga terjadi hal besar yang mungkin tak banyak orang tahu. Ya, 12 Agustus 1945 adalah masa di mana Jenderal Terauchi menyerahkan soal kemerdekaan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta sangat senang ketika itu, beliau bahkan sempat berujar, “Dalam hati kecilku aku menganggap kemerdekaan Indonesia itu sebagai hadiah jasaku sekian tahun lamanya untuk kemerdekaan Indonesia.” Memang, bagi seorang pejuang seperti beliau, tak ada hadiah yang lebih manis lagi selain buah dari perjuangan dalam hal ini yakni kemerdekaan. Tentu akan jadi ulasan yang sangat panjang kalau kita mengulik semua detail kisah Bung Hatta. Kisah-kisah di atas hanya sebagai pengingat kepada kita semua jika Indonesia juga punya sosok seperti Bung Hatta yang mungkin jarang terlihat dan terdengar tapi andilnya luar biasa. Sama seperti Bung Karno, seribu ucapan terima kasih layak diberikan kepada beliau yang sudah berjuang demi bangsa ini, demi kemerdekaan ini. . . #sejarah #sejarahindonesia #videosejarah #video #menolaklupa #politik #proklamator #pahlawan #pilpres #pancasila #soekarno #sukarno #jokowi #ahok #prabowo #indonesia #indonesiaku #history #bunghatta #bungkarno #jakarta #bali #jokowidodo #surabaya #bandung #merdeka #soeharto #berita #17agustus #kemerdekaan

A post shared by Dr.(H.C) Drs. H.Mohammad Hatta (@mohammadhatta_) on

Walau mengenyam pendidikan di luar negeri dan sempat menjadi wakil presiden, Bung Hatta dalam kehidupan sehari-harinya memang dikenal sangat sederhana.

Kesederhanaan Bung Hatta dapat dilihat dari penampilan beliau. Beliau adalah seorang sosok yang anti membeli baju baru dengan syarat baju lama masih bisa digunakan. Bukan seberapa mahal dan bagusnya baju, tetapi beliau memperhatikan kebersihan dan kerapiannya. Asal masih bisa dipakai walau sudah lama kenapa tidak dipakai.

Kunjungan Bung Hatta ke Belanda 24 Desember 1949. (© Fokke de Haan / Spaarnestad)
Kunjungan Bung Hatta ke Belanda 24 Desember 1949 © Fokke de Haan / Spaarnestad

Pernah Bung Hatta punya keinginan besar punya sepatu merek Bally. Namun, uang dikantongnya tidak cukup. Tak mau mimpinya menguap, guntingan iklan sepatu Bally diselipkan di buku hariannya, sembari menabung. Sayang, hingga akhir hayatnya, uang tabungan Bung Hatta tidak pernah cukup untuk membeli sepatu impiannya itu.

Kesederhanaan Hatta juga terlihat saat ia pergi ke luar negeri. Ia pergi membawa satu koper dan pulang dengan satu koper pula. Bung Hatta tak suka menghamburkan uang untuk belanja ini dan itu.

Hatta juga nyaris tak pernah memanfaatkan kunjungan ke luar negeri untuk bersenang-senang. Satu-satunya hiburan beliau adalah mengunjungi toko buku dan membenamkan diri di antara rak-rak buku selama berjam-jam. (Sbg/Rig)

Comments