Ilustrasi Akun Twitter
(Foto: Unsplash.com)

Sabigaju.com – Hari iniKamis (16/07) dunia maya  dihebohkan dengan dugaan peretasan akun Twitter milik sejumlah pesohor seperti Joe Biden, Bill Gates, Elon Musk dan Apple, dan beberapa tokoh lain seperti Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama, Kanye West, Kim Kardashian West, Warren Buffett, Jeff Bezos dan Mike Bloomberg.

Hal itu terlihat saat akun-akun tokoh dunia ini mencuitkan scam atau penipuan terkait cryptocurrency atau mata uang crypto.

Cryptocurrency sendiri merupakan alat tukar yang dibuat dalam bentuk digital dengan menggunakan prinsip-prinsip kriptografi, sehingga aman dan tidak dapat diduplikasi.

Singkatnya, cryptocurrency dapat diartikan sebagai mata uang digital. Sama seperti mata uang pada umumnya, cryptocurrency memiliki nilai, sehingga bisa digunakan sebagai alat tukar.

BACA JUGA: Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui agar Terhindar dari Resiko Twitteran

Peretasan Terbesar dalam Sejarah

Banyaknya jumlah akun twiter  tokoh terkemuka dunia yang baru saja terjadi sepertinya  menjadi insiden keamanan terbesar dalam sejarah Twitter.

Meski cuitan-cuitan itu saat ini sudah dihapus dari akun Bill Gates,  Muskdan Presiden Obama. Namun, dari tangkapan layar, akun Bill Gates, Elon Musk maupun Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama sebelumnya mencuitkan kalau mereka akan menggandakan tiap pengiriman uang ke akun uang kripto miliknya dalam 30 menit mendatang.

“Saya akan menggandakan tiap pembayaran yang dikirim ke alamat BTC dalam 30 menit. Anda kirim US$1000, saya kirim balik US$2.000.”

Akun Twitter Tokoh Dunia di Hack
(Screen Shoot Twitter)

Lewat cuitan pada Rabu (15/7), tim Twitter menyebut kalau mereka tengah melakukan penyelidikan terkait insiden ini.

“Kami mengetahui insiden keamanan yang memengaruhi sejumlah akun di Twitter. Kami telah menginvestigasi dan mengambil langkah untuk memperbaikinya. Kami akan memberitahu secepatnya.”

Sekitar satu jam setelah serangan dimulai, Twitter sepertinya melakukan pencegahan agar akun-akun tokoh yang terkena peretasan dan akun terverifikasi mencuitkan sesuatu.

“Anda mungkin tidak dapat men-cuit atau mengatur ulang kata sandi Anda, saat kami meninjau dan mengatasi kejadian ini,” kata akun @TwitterSupport.

Peretasan seperti ini punya dampak besar. Bukan cuma masalah penipuan, tapi ada kemungkinan cuitan palsu bisa menyebabkan kekacauan informasi.

Sebab kerap kali para tokoh dan pemimpin dunia menggunakan akun Twitter mereka untuk mengumumkan keputusan dan kebijakan pemerintah, seperti yang dilakukan Donald Trump.

BACA JUGA: Pansos Nggak Banget, Nih Cara Status Sosial Biar Nanjak

Spekulasi Dugaan Internal?

Seorang pejabat Bitcoin dan penulis, Andreas Antonopoulos, berspekulasi kalau serangan ini berasal dari peretasan di sistem internal Twitter.

“Jika melihat akun-akun yang diretas (Apple, Uber, Gates, Musk, dll), saya cenderung (menduga) ini adalah peretasan sistem internal Twitter. Bukan serangan API dari layanan agregator sosial (pihak ketiga),” tuturnya lewat akun @aantonop.

Tahun lalu, akun CEO Twitter Jack Dorsey pun diretas. Saat itu, akun @jack mencuitkan kata-kata rasis dan menyatakan keberadaan sebuah bom. Saat itu, Twitter telah memperbaiki mekanisme terjadinya peretasan akun bos mereka.

BACA JUGA: Cuitan Fatal, Admin Twitter Presiden Jokowi Dipecat! 

Menurut pengamat Siber Internasional yang juga Managing Director DreamIt Ventures, Mel Shakir mengatakan, orang-orang seperti Elon Musk, Bill Gates, dan pejabat negara seharusnya tidak hanya mengandalkan password.

Shakir menyarankan mereka seharusnya juga menggunakan opsi keamanan lain, seperti otentikasi biometrik sidik jari, kunci keamanan perangkat, dan otentikasi dua faktor.

“Kata sandi pada dasarnya tidak aman. Tetapi mereka seharusnya menggunakan opsi keamanan lain yang sudah disediakan oleh Twitter,” tegas Shakir. (Sbg/Rig)

Comments