Virus Covid-19 tidak menular lewar udara
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan berita virus corona bisa bertahan selama 8 jam melayang-layang di udara.

Kemampuan virus bisa bertahan melayang di udara sudah membuat banyak orang khawatir, namun bertahan melayang selama 8 jam di udara, ini masih perlu dipertanyakan

Timbul pertanyaan dapatkah Virus COVID-19 dapat menular lewat udara?

BACA JUGA: Sebaiknya Lepas Sepatu Saat di Rumah Saat Pandemi Corona

WHO Tegaskan Soal Virus Corona Tidak Menular Lewat Udara

Dalam akun Instagram resmi Oranisasi kesehatan dunia @who, tertulis di keterangan postingan terbaru mereka bahwa faktanya virus corona COVID-19 tidak menular melalui airborne.

WHO kembali menegaskan virus corona COVID-19 menular melalui droplet atau percikan yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

BACA JUGA: Haruskah Mencukur Jenggot di Saat Pandemi COVID-19?

“Kamu bisa saja tertular saat terkena droplet (dari yang terinfeksi COVID-19) dan bisa juga tertular saat menyentuh permukaan yang terkena ‘droplet’ lalu secara tak sadar menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan,” kata WHO, dikutip dari Instagramnya pada Senin (30/3/2020).

WHO juga menambahkan, agar menjaga diri tetap aman adalah dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter dari seseorang yang terinfeksi virus corona COVID-19. Selain itu pastikan untuk rutin mendisinfeksi permukaan-permukaan benda yang sering kamu sentuh.

“Rajin cuci tangan dan hindari menyentuh area mata, hidung, dan telinga,” lanjut postingan tersebut.

BACA JUGA: Tetaplah Melakukan Kebaikan Ditengah Pandemi COVID-19

Kemampuan Melayang Virus Corona

Jika ditelusuri pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memang baru-baru ini organisasi kesehatan tersebut baru merilis terkait dengan kemampuan Covid-19 bertahan di udara hingga bisa menginfeksi banyak orang.

Pernyataan WHO diatasĀ  dilontarkan untuk mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya kalau Covid-19 bisa bertahan di udara.

Dalam pemberitaanĀ CNBCĀ itu, Dr. MariaĀ VanĀ Kerkhove, kepala penyakit baru dan unit zoonosis, menyebut virus itu bisa bertahan di udara sedikit lebih lama ketika melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti terjadi di fasilitas perawatan medis.

Namun, yang patut diperhatikan dari pernyataan ini adalah perbedaan aerosol dan airborne. Airborne berarti suatu penyakit bisa menyebar lewat angin.

Sementara aerosolĀ adalah istilah untukĀ partikel halus hasil penyemprotan cairan dengan tekanan yang dapat bertahan lama di udara. Sbg/Rig)

Comments