Mengonsumsi Suplemen
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Untuk mencegah penularan virus corona, banyak orang mengantisipasinya dengan mengonsumsi suplemen alias produk yang mengandung satu atau lebih nutrien vitamin.

Yup, ada beberapa suplemen kesehatan juga ramai dibeli untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya mereka berpandangan kalau, suplemen dapat menambah kebutuhan gizi keluarga apabila tidak terpenuhi.

Namun, efektifkah penggunaan suplemen untuk menangkal virus corona?

BACA JUGA: Hadapi Corona dengan Kuliner Mantul untuk Imunitas Tubuh 

Suplemen dan Virus Corona

Dalam uraian yang dimuat di New York Times, sejumlah ahli kesehatan berpandangan bahwa suplemen tidak efektif untuk mencegah Virus Corona.

Menurut mereka Tidak ada bukti bahwa rpoduk yang mengandung satu atau lebih nutrien vitamin seperti seng, teh hijau dan echinacea bermanfaat untuk mencegah virus corona.

Lantaran itulah para ahli kesehatan tidak merekomendasikan menghabiskan uang untuk membeli suplemen untuk tujuan mencegah terinfeksi Virus Corona.

“Dalam kasus-kasus itu, vitamin C yang berlebihan dapat merusak lambung dan ginjal. Tidak ada bukti bahwa suplemen seperti seng, teh hijau dan echinacea bermanfaat untuk mencegah virus corona,” kata Dr. Mark J. Mulligan, M.D., direktur divisi pusat penyakit menular dan vaksin di NYU Langone Medical Center.

“Saya tidak merekomendasikan menghabiskan uang untuk suplemen untuk tujuan ini.” Tambahnya

Nah, Banyak orang mungkin tergoda untuk memesan vitamin C dalam jumlah besar atau suplemen yang seharusnya meningkatkan kekebalan tubuh, tetapi efektivitasnya adalah kekeliruan yang sudah berlangsung lama.

Bahkan dalam kasus pilek atau flu, vitamin C belum menunjukkan manfaat yang konsisten.

“Jika akan ada keefektifan, itu akan sangat sederhana,” papar Dr. William Schaffner, M.D., seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center.

BACA JUGA: Menggunakan Masker Tak Efektif Cegah Virus Corona

Bahaya Suplemen

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Rumah Sakit Saint Michael serta University of Toronto yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology, terungkap bahwa meski multivitamin, vitamin D, kalsium, dan vitamin C tidak membahayakan, tetapi nihil juga manfaatnya dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke, atau kematian dini.

Beberapa multivitamin justru berbahaya karena ada risiko peningkatan kematian walau persentasenya relatif kecil.

Vitamin tambahan malah meningkatkan kadar gula dalam darah yang justru berbahaya bagi penderita diabetes.

Orang-orang yang meminum niacin mungkin berpikir dapat menyembuhkan satu penyakit. Nyatanya niacin justru meningkatkan risiko terkena penyakit lainnya.

“Kami sangat terkejut mendapati fakta sedikitnya efek positif dari suplemen yang sering dikonsumsi orang-orang,” papar pemimpin studi tersebut, Dokter David J.A.  Jenkins.

BACA JUGA: Hubungan Seksual Bisa Tularkan Virus Corona? 

“Studi ini menyarankan agar orang-orang harus lebih sadar dengan produk yang mengandung satu atau lebih nutrien vitamin yang mereka konsumsi. Sangat penting untuk lebih bergantung pada diet yang sehat agar mendapat asupan vitamin dan mineral yang baik,” imbuhnya.

David Jenkins terang-terangan menyatakan belum melihat adanya penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi produk yang mengandung satu atau lebih nutrien vitamin jauh lebih baik daripada makanan sehat. Kendati demikian, suplemen yang mengandung asam folat, terbukti mampu mengurangi risiko penyakit jantung serta stroke.

Namun, sekali lagi Jenkins menekankan lebih penting menjaga asupan makanan daripada bergantung pada suplemen serta multivitamin. (Sbg/Rig)

Comments