daging Kurban Sebaiknya tidak disate
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Dari tahun ke tahun, banyak orang di Indonesia memilih mengolah daging kurban menjadi menu favorit dengan jalan disate.

Kebiasaan nyate yang masih setia dilakukan banyak orang tersebut ternyata, hal itu tidak disarankan. Apa sebabnya?

Salah satu alasan agar daging kurban tidak disarankan untuk disate adaalah karena daging kurban yang baru dipotong masih sangat segar sehingga tidak bisa langsung dikonsumsi karena teksturnya masih keras.

Diperlukan waktu untuk proses daging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk. Lantaran itulah dibutuhkan waktu yang cukup lama agar daging kurban matang kalau disate.

BACA JUGA: Daging Kurban Baik untuk Kesehatan Mental

Potens Bahaya Daging Disate

Makan daging yang dibakar atau disate, menurut studi, bisa meningkatkan risiko kanker. Hal ini tentu berlaku bagi sate yang pada umumnya dimasak dengan cara dibakar menggunakan arang.

Arang merupakan residu hitam berisi karbon tidak murni, terdiri dari 85-98 persen karbon dan sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya.

Saat daging kurban disate; karsinogen terbentuk melalui proses pembakaran temperatur yang tinggi dan waktu pemanggangan yang lama. Hal ini membuat daging sate tampak menghitam atau gosong

BACA JUGA: Terlalu Sering Nikmati Kuliner Sate, Bisa Bikin Kamu Berabe! 

Asam amino, gula, dan creatine dalam daging akan bereaksi pada suhu tinggi, yang membentuk heterocyclic amines HCA sehingga sel kanker bisa muncul.

Selain heterocyclic amines atau HCAs yang telah diulas di atas, ada satu lagi senyawa kimia yang juga muncul dari makanan yang dibakar. Namanya adalah polycyclic aromatic hydrocarbons atau PAHs.

Senyawa kimia ini juga lagi-lagi berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. PAHs akan muncul ketika lemak dari daging dibakar langsung di permukaan yang dipanaskan atau api, sehingga menyebabkan munculnya asap

Satu lagi nih Gaes, metode memasak daging pada suhu sangat tinggi seperti di bakar akan menghasilkan protein advanced glycation end products (AGEs).

Protein ini berhubungan dengan pembentukan plak di pembuluh darah. Plak ini lama kelamaan akan mengeras dan dapat meningkatkan resiko serangan jantung.

Protein AGEs akan cenderung menumpuk di jaringan lain dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penderita diabetes.

BACA JUGA: Makan Siang Nggak Sehat Bisa Picu Diabet Hingga Pikun 

Daun Pepaya  Bisa Bantu Mengempukan Daging

Melihat berbagai resiko diatas maka cara memasak daging yang paling sehat adalah direbus alias stewed atau wet cooking yakni dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspos uap panas.

Daging juga bisa masak dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah. Agar daging tidak terlalu keras, kamu bisa membungkus daging dengan daun pepaya sebelum dimasak. Namun, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama karena bisa memunculkan rasa pahit.

nah Gaes semoga informasi ini membuatmu sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan tidak megolah daging kurban dengan cara disate. (Sbg/Rig)

Comments