Cemas dn Resah
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Penyebaran Virus corona atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi global, termasuk Indonesia.

Hal tersebut tidak hanya menyebabkan gejala dan penyakit fisik. Corona juga memberikan dampak psikologis, baik pada penderita atau masyarakat luas.

Hal itu diungkapkan sejumlah pakar dari dari Fakultas Psikologi Universitas Yale, Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Lawan Kecemasan Pandemi Corona dengan Meditasi Mindfulness

Menurut Eli Lebowitz, Direktur Program Gangguan Kecemasan di Yale Child Study Center mengatakan, pandemi ini adalah sesuatu yang belum dipetakan. Dia mengatakan, orang-orang di seluruh dunia mempraktikkan isolasi sosial, tindakan pencegahan terhadap virus, tetapi juga beresiko menjadi faktor untuk munculnya kecemasan dan depresi.

Lebowitz menuturkan, mengurangi bekas luka psikologis virus dapat mulai sekarang dengan memastikan orang memiliki akses ke perawatan dan keamanan untuk keuangan mereka. Dia menekankan bahwa orang harus berusaha mempertahankan rutinitas.

“Mempertahankan rutinitas sebanyak mungkin akan membuatnya lebih mudah untuk kembali ke ‘kehidupan normal’ setelah krisis berlalu,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh profesor epidemiologi Universitas Yale, Kaveh Khoshnood. Di mana, dia mengatakan jarak sosial, serta perasaan panik, akan memiliki konsekuensi kesehatan mental.

“Kita seharusnya tidak mengabaikan dampak kesehatan mental dari wabah ini. Ada banyak ketakutan dan kecemasan dan itu dapat mendorong perilaku yang merugikan diri sendiri, jelasnya

“Beberapa orang tidak tahu cara mengelola kecemasan dan ketakutan mereka dan beralih ke penggunaan narkoba untuk memberi mereka bantuan sementara,” tambah Khoshnood.

Wabah ini menghasilkan berbagai macam emosi yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis, termasuk kekecewaan tentang peristiwa yang dibatalkan, ketidakberdayaan dalam menghadapi ancaman besar, dan tidak berharga bagi mereka yang tidak bisa pergi bekerja.

BACA JUGA: Cemas Berlebihan Akan Virus Corona Bisa Bikin Hypochondria

Tanya Jawab Gratis dengan Psikolog

Terkait masalah itu Sabigaju bersama sejumlah psikolog membuka ruang buat pembaca untuk bertanya guna membantu masyarakat yang terkena dampak dari virus mematikan tersebut.

Kamu dapat Menghubungi mengirimkan pertanyaan lewat kolom komentar di bawa artikel ini. Sabigaju membatasi 10 pertanyaan dari para pembaca yang Awal yang Nantinya akan dijawab oleh Psikolog yang bertugas

So, tunggu apa lagi segera kirimkan pertanyaanmu sekarang juga di kolom komentar ya. (Sbg/RIg).

Comments