Pamer kemesraan
Gading Marten dan Gisella kerap pamer kemesraan lewat unggahan foto mereka di sosmed. (Foto: Instagram gisel_la)

Sabigaju.com – Kabar perceraian yang dialami pasangan rumah tangga Gading Marten dan Gisella Anastasia membuat publik terhenyak. Padahal Gading dan Gisella dikenal sebagai pasangan yang kerap pamer kemesraan di media sosial.

Pamer kemesraan yang dilakukan oleh pasangan ini membuat publik menilai seakan menilai kalau pasangan ini saling mencintai dan melengkapi.

Namun pamer kemesraan keduanya bisa dibilang sandiwara di dunia maya, sebab nyatanya Gisella menggugat cerai suaminya Gading Marten ke Pengadilan negeri Jakarta Selatan pada Senin (19/11) lalu.

BACA JUGA:

Pamer Kemesraan Padahal Saling Benci

Era modern membuat banyak cara untuk dilakukan orang dalam mengungkapkan perasaan cintanya kepada pasangannya. Salah satunya adalah pamer kemesraan via sosial media

Namun,dilansir dari situs Metro, mengeluarkan pendapat yang mencengangkan. Pasangan yang kerap mengumbar kemesraan, kemungkinan besar pasangan itu malah membenci satu sama lain.

(Foto: Instagram gadiing)Pamer Kemesraan

“Seringkali orang-orang itulah yang mencari pengakuan akan hubungannya dari orang lain lewat medsos,” ungkap pakar seksologis, Nikki Goldstein dilansir laman Metro belum lama ini.

Menurut Goldstein, likes dan komentar yang didapat dari medsos itulah yang bikin mereka merasa mendapat pengakuan atas kerja keras mereka membangun hubungannya. Bukan dari sikap pasangan terhadap satu sama lain, tapi dari apa yang orang lain katakan tentang hubungan mereka.

Fakta lainnya, sebuah penelitian yang dilakukan Personality and Social Psychology juga mengungkapkan, sering memamerkan kemesraan di medsos adalah pertanda orang tersebut insecure atau merasa nggak nyaman dalam hubungan asmaranya.

Menikmati Dunia Nyata

Pasangan yang benar-benar bahagia terlalu sibuk untuk memikirkan dunia maya. Pamer kemesraan di media sosial bagi mereka itu hanyalah buang-buang waktu saja. Mereka tidak ingin kebahagiannya terganggu oleh orang di luar sana.

Pasangan yang bahagia tahu benar bahwa kebahagian hanya bisa mereka dapat dari orang yang dicintainya.

Pasangan yang media sosialnya yang sepi dari foto atau status pasangannya adalah pasangan yang bahagia. bukan tanpa alasan, jika pasangan benar-benar bahagia, ia tidak perlu menggunakan pasangannya untuk membuktikannya.

Mereka menganggap tidak perlu memamerkan betapa bahagianya diri mereka dan pasangan kepada seluruh teman di media sosial.

Cukup mereka dan Tuhan yang tahu betapa besarnya rasa bahagia tanpa perlu pamer kemesraan

Sebab, yang terpenting dari sebuah hubungan adalah perasaan dan kepercayaan satu sama lain. Bukan sandiwara pamer kemesraan hanya untuk meraih popularitas di media sosial. (Sbg/Rig)

Comments