Open Relationship
(Sumber Foto: Psychology Today)

Sabigaju.com – Salah satu fenomena asmara yang banyak terjadi di banyak negara moderen saat ini adalah banyaknya pasangan rumah tangga monogami menerapkan Open relationship dimana salah satu pasangannya untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan masuk dalam rumah tangganya.

Menjalani open relationship sendiri belum terlalu lazim dan dianggap tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya penyebabnya adalh adalah budaya monogami membuat rasa memiliki begitu besar terhadap pasangan.

Uniknya, hubungan terbuka tidak melibatkan perasaan. Dengan kata lain, kamu boleh bercinta, tapi tak boleh jatuh cinta. Namun apakah hal itu bisa membuat bahagia sebuah rumah tangga?

BACA JUGA: Sulitnya Mencegah Perselingkuhan Saat ini

Pernikahan dan Open Relationship sama sama Bikin Bahagia

Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of Guelph telah menemukan perspektif baru. Para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang dalam hubungan terbuka sama bahagianya dengan mereka yang menjalani hubungan monogami.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships ini melibatkan survei terhadap lebih dari 140 orang yang menjalani hubungan non-monogami dan lebih dari 200 orang dalam hubungan monogami.

Hasilnya cukup mengejutkan. Bukti menunjukkan, orang-orang dalam hubungan non-monogami sama puasnya dengan pasangan utama mereka, seperti halnya orang-orang dalam hubungan monogami.

“Kami menemukan orang-orang dalam hubungan konsensual non-monogami mengalami tingkat kepuasan hubungan yang sama, kesejahteraan psikologis dan kepuasan seksual seperti mereka yang menjalani hubungan monogami,” kata Jessica Wood.

Resiko Melakukan Open Relationship

Melakukan hubungan terbuka tentu memiliki beberapa risiko, yang harus dihadapi pasangan yang menjalaninya. Nah berikut beberapa hal yang bisa terjadi saat pasangan melakukan open relationship

BACA JUGA: Begini Ciri Para Pria yang Tidak Mudah Tergoda Perselingkuhan

Soal Kecemburuan

Rasa cemburu terhadap partner seks pasangan, berpotensi muncul dalam open relationship.

Biasanya, rasa cemburu muncul pada pihak yang cenderung berasal dari keluarga monogami (berkomitmen untuk satu orang).

Kecemburuan biasanya berakar dari ketidakpuasan pihak tersebut, karena ia berharap pasangannya senantiasa hadir untuk dirinya.

Risiko Infeksi Menular Seksual

Karena pasangan boleh berhubungan seks dengan orang lain, risiko penyakit kelamin tentu menghantui orang-orang yang menjalani open relationship.

Sebab, beberapa orang yang menjalani jenis hubungan ini melakukan seks kasual, sehingga mereka tak sepenuhnya mengetahui riwayat kesehatan teman kencannya.

Nah, kalau kamu saat ini tengah menjalani open relationship, sebaiknya mulailah menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual dengan rutin, sangat disarankan.

BACA JUGA: Jaga Hati, Tanpa kamu Sadari 6 Hal Ini Masuk Kategori Selingkuh

Munculnya Perasaan Negatif

Menjalani hubungan terbuka juga mungkin menimbulkan perasaan negatif lain, seperti marah dan rasa cemas.

Sebab, menjalani hubungan jenis ini, berpotensi mendorong kamu untuk lebih bernegosiasi dengan pasangan, mengenai perasaan yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Kamu perlu membicarakan perasaan yang muncul dengan pasangan. Berkonsultasi dengan terapi pernikahan, agar lebih objektif untuk memahami persoalan pasangan.

Penting untuk diingat, open relationship bukanlah untuk semua orang dan pasangan. (Sbg/Rig)

Comments