Sarapan Roti
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Kebanyakan orang di perkotaan memilih sarapan roti, baik itu berupa hidangan roti tawar yang dipanggang, diberi olesan selai, atau bahkan diberi beberapa tambahan lauk dan dihidangkan layaknya sandwich.

Yup, Selain anggapan bikin sehat, praktis dan hemat waktu, membuat banyak orang lebih suka sarapan setiap pagi. Cukup dengan memasukkannya ke toaster atau langsung diolesi selai, roti sudah siap dikonsumsi.

Timbul pertanyaan sebenarnya aman nggak sih jika kita punya kebiasaan sarapan roti?

Nah, dalam pemaparan yang di muat laman kesehatan internasional, Healthline, ternyata kebiasaan sarapan roti juga memiliki efek yang buruk untuk kesehatan tubuh manusia. Yuk ketahui ulasanya berikut ini.

Roti Rendah Nutrisi penting

Jika Dibandingkan dengan makanan lain seperti buah-buahan dan sayuran, roti relatif lebih rendah nutrisi pentingnya. Kandungan kalori dan karbohidrat dalam roti juga sedikit tinggi, tetapi rendah protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Namun demikian, ada juga jenis roti yang memiliki kandungan berbeda, misalnya roti gandum. Roti gandum memiliki jumlah serat yang lebih tinggi. Biji gandum yang termasuk dalam biji-bijian lebih kaya akan beta-karoten dan vitamin C dan E.

BACA JUGA: Sederet Fakta dan Mitos Soal Sarapan Pagi 

Roti Mengandung Gluten

Roti juga mengandung gluten, yaitu sejenis protein spesifik yang membantu adonan untuk naik dan memberikan tekstur elastis. Meskipun sebagian besar orang bisa mencerna gluten dengan baik, ada juga yang tidak, seperti contoh orang dengan penyakit celiac.

Penyakit Celiac sendiri adalah gangguan autoimun yang disebabkan karena gluten merusak lapisan usus kecil dan merusak penyerapan nutrisi.

Bagi beberapa orang yang sensitif, gluten juga dapat menyebabkan masalah lain, seperti kembung, diare, dan sakit perut.

Untuk orang-orang seperti ini, dianjurkan untuk menghindari konsumsi roti gandum dan lebih baik memakan roti bebas gluten yang biasanya dibuat dari tapioka, beras merah atau tepung kentang.

BACA JUGA: Benarkah Sarapan Es Krim Membuat Otak Kita Makin Encer?

Tinggi Karbohidrat

Umumnya roti mengandung karbohidrat sebesar 13 gram, sedangkan tubuh memiliki kemampuan untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Keadaan ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.

Kandungan karbohidrat tinggi yang ada pada roti juga dapat meningkatkan gula darah dan memunculkan kembali rasa lapar. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko potensi diabetes serta sindrom metabolik.
Mengandung Antrinutrien

Roti gandum utuh dibuat dari tepung biji gandum yang dikenal lebih sehat dari roti lainnya. Namun, biji-bijian ternyata mengandung anti nutrien seperti asam fitat, yang dapat menghambat penyerapan mineral, seperti zat besi, seng, magnesium dan kalsium.

BACA JUGA: Meski Tahu Sehat, 3 dari 7 Orang Indonesia Masih Tak Sarapan Pagi 

Kebiasaan Sarapan Roti Picu Kanker

Menurut pakar gizi bernama Hideo Makuuchi, bahaya lain dari kebiasaan sarapan roti dapat memicu resiko kanker.

Menurutnya, roti banyak mengandung minyak dan gula. Jika dikonsumsi berlebihan secara terus menerus, zat makanan ini menjadi beban untuk tubuh.

Kombinasi pati, minyak dan gula pada roti merupakan zat adiktif dan juga tinggi lemak. Kecanduan bahan makanan ini menyebabkan ‘stress eating‘ karena tubuh terlalu sering mengasup makanan berlemak.

BACA JUGA: 

Selain itu otak juga terus-menerus mengirimkan sinyal untuk makan makanan yang tak sehat. Jika dibiarkan terus menerus, konsumsi roti setiap hari akan meningkatkan resiko obesitas yang berpengaruh pada munculnya kanker payudara.

Menghentikan kebiasaan sarapan roti artinya kamu bisa mengonsumsi roti tapi dalam jumlah sedikit dan dengan jeda waktu yang tak terlalu sering

Dan lagi ada banyak makanan sehat dan murah ketimbang memilih menu sarapan roti . Mulai dari buah-buahan, telur ataupun nasi dengan lauk seimbang. (Sbg/Rig)

Comments