Cinta Monyet
(Sumber Foto: Blogspot.com)

Sabaigaju.com – Selama ini orang kerap membayangkan kalau urusan cinta monyet alias pacaran di usia remaja adalah hal yang membahagiakan dan terasa menyenangkan karena kita menemukan seseorang yang bisa diajak berbagi.

Saat sepasang remaja menjalani cinta monyet  pastinya membuat hati selalu merindukan kehadiran orang yang kamu cintai. Untungnya banyak or hanya melihat fotonya saja, kamu pun bisa mengobati kerinduan.

Tapi, nggak semua orang mengalami kebahagiaan, malah makin banyak orang yang stress menjalani hubungan cinta monyet. Menjomblo malah jadi pilihan. Lho Kok Bisa begitu?

BACA JUGA: Jatuh Cinta Bukan Cuma Perasaan, Itu Urusan Otak!

Penelitian Urusan Pacaran Bikin Stress

Kalau Kamu pikir urusan pacaran begitu manis. Kenyataannya ternyata keliru.  Para remaja yang seakan terlihat bahagia menjalin cinta monyet. justru membuat remaja rentan stres.

Anak sekolah yang menjalin kasih ditemukan lebih stres dibandingkan remaja yang menjomblo.

Demikian kesimpulan Studi yang dilakukan peneliti dari University of Georgia Brooke Douglas yang dipublikasikan di Journal of School Health.

BACA JUGA: Menghadapi Penolakan Cinta dari Seorang Wanita

Hasil penelitian tersebut malah menunjukkan, remaja jomblo alias mereka  yang tidak pacaran memiliki kesehatan mental, keterampilan sosial, dan kepemimpinan yang lebih baik.

“Kita tahu bahwa hubungan romantis sangat umum di kalangan dewasa, pada kenyataannya, mayoritas yang terlibat dalam beberapa jenis aktivitas romantis ialah yang berusia 15-17 tahun,” kata salah satu peneliti dari University of Georgia Brooke Douglas.

Jomblo Lebih Berprestasi

Dalam studi tersebut, peneliti juga melakukan analisis data kebiasaan pacaran, emosional, dan perilaku siswa kelas 6 hingga kelas 12. Peneliti juga mewawancarai guru yang terlibat.

Hasilnya, anak sekolah yang menjomblo dinilai memiliki keterampilan sosial dan kepemimpinan yang lebih baik dibandingkan yang pacaran. Kesehatan mental mereka juga lebih baik yang ditandai dengan tidak stres.

Hasil penelitian ini bisa dibilang berbanding terbalik dengan anggapan yang menyebut kalau remaja sebaiknya berpacaran sebagai langkah awal untuk mengembangkan diri secara sosial.

BACA JUGA: Kamu Harus Tahu Bedanya Cinta dan Tergila-gila 

Sebab menjalin cinta monyet alias berpacaran di tenggang usia remaja selama ini dianggap dapat mengembangkan nilai individu.

Douglas mengatakan “Pelajar yang tidak pacaran tidak kekurangan kompetensi sosial, mereka punya teman, sama seperti remaja yang berkencan atau menjalin cinta monyet,”.

Penelitian ini menegaskan bahwa berkencan atau tidak, keduanya dapat diterima selama dijalankan dengan sehat.

Nah, kamu sendiri pilih ngejomblo tapi berprestasi atau menjalin cinta monyet tapi bikin stres? (Sbg/Rig)

Comments