Foto Pocong
(Foto: Instagram artbiz360)

Sabigaju.com – Belum lama ini dunia maya dihebohkan dengan kabar Foto pocong dengan mata merah di Dukuh Kalibener, Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar, Kabupaten Demak, viral karena terekam di Google Maps.

Meski sang pemilik foto melalui akun Instagramnya, @artbiz360, menyebut gambar terjadi karena gangguan dari serangga yang menempel di lensa. Namun Hingga kini masih banyak netizen yang menganggap bahwa keberadaan foto pocong itu benar.

Setelah viral, ada yang takut tapi tak sedikit warga merasa sangsi dengan kebenaran foto pocong mata merah. Bahkan ada yang mendatangi lokasi guna membuktikan keberadaaan si pocong bermata merah tersebut.

Nah terkait hal itu Sabigaju mau membahas soal fenomena foto pocong tersebut  dalam kaitan ilmiah ditinjau dari sisi phasmophobia hingga fenomena pareidolia. Simak ulasanny berikut ini.

BACA JUGA: Jangan Konsumsi Makanan Ini, Jika Tak Ingin Dihantui Mimpi Buruk 

Foto Pocong dan Phasmophobia

Tak sedikit netizen yang mengaku bergidik ataupun merinding ketakutan  ketika melihat penampakan foto pocong hingga membuat jantung berdebar kencang.

Rasa takut yang berlebih akan penampakan hantu pun bisa menjadi suatu fobia yang disebut phasmophobia.

Phasmophobia adalah kondisi rasa takut yang berlebihan pada hantu yang biasanya merasakan sensasi kecemasan luar biasa saat mendengar kisah hantu atau melihat foto dan film hantu.

BACA JUGA: Misteri Pulau Berisi Hantu Gentayangan di North Brother Island 

Penyebab phasmophobia pun tidak jelas. Namun beberapa ilmuwan mengatakan bahwa orang dengan kecenderungan genetik terhadap kecemasan memiliki peningkatan risiko fobia ini. Atau trauma akan suatu peristiwa bisa menjadi penyebab terjadinya phasmophobia.

Biasanya orang dengan phasmophobia memiliki gejala seperti serangan panik, tidak bisa tidur sendirian, kecemasan yang cukup intens, rasa takut berlebihan, tidak berani pergi ke kamar mandi seorang diri , dan menghindari kesendirian.

BACA JUGA: Daripada Menonton Sinetron Azab, Lebih Baik Matikan TV! 

Foto Pocong dan Fenomena Pareidolia

Beberapa yang skeptis sering menyebut kaitan dengan fenomena pareidolia di mana orang-orang bisa melihat bentuk tertentu seperti figur manusia hingga hewan pada suatu objek.

Dalam Studi yang dipublikasi dalam jurnal Cognitive Psychology melihat kalau fenomena paradolia lebih sering terjadi pada orang yang memiliki tingkat kepercayaan supernatural tinggi.

Menurut ilmuwan Robert T. Carroll dari Sacramento City College adalah salah satu yang sering mengaitkan pareidolia setiap muncul gambar ‘penampakan’ viral di internet. Menurutnya kadang ilusi atau mispersepsi membuat kita bisa melihat gambar buram seperti hal yang jelas.

BACA JUGA: Manusia Serigala: Antara Realita, Fiksi dan Gangguan Jiwa 

“Pareidolia menjelaskan penampakan Elvis, Bigfoot, hingga monster Loch Ness. Pareidolia juga menjelaskan begitu banyak penampakan dan penglihatan religius,” sebut Robert.

Sementara menurut pembawa acara SciShow Hank Green menjelaskan kalau pareidolia kadang dimanfaatkan dari sisi psikologis yaitu tes tinta Rorschach untuk memprediksi kepribadian seseorang.

“Pareidolia bisa terjadi pada siapa saja, tapi tidak seperti halusinasi,” kata Hank.

Hank menyebut pareidolia bisa terjadi secara otomatis ketika otak berpikir bahwa ia bisa melihat ‘sesuatu’ dan berusaha menebaknya. (Sbg/Rig)

Comments