Ujaran kebencian
Untuk mengantisipasi maraknya hoax dan ujaran kebencian., Kemenkominfo membatasi berfungsinya sejumlah fitur berupa foto dan video di media sosial. pada Rabu (22/5) (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Guna menekan dan mengantisipasi informasi hoak dan ujaran kebencian pasca kericuhan yang terjadi pada Selasa (21/ 5), Kemenkominfo  membatasi berfungsinya sejumlah fitur berupa foto dan video di media sosial.

Adapun konten negatif tersebut berupa video aksi kekerasan, kerusuhan hingga hoaks video lama yang diberikan narasi baru berisi ujaran kebencian.

Kemenkominfo mengimbau warganet untuk  tidak menyebarluaskan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.

Hal ini untuk mencegah dampak penyebaran konten yang bisa membuat ketakutan di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Jaga Kedamaian, Ricuh di Jakarta Jangan Terulang

Sebarkan Perdamaian

Selain itu dalam keterangan yang dimuat di situs resminya,  Kemenkominfo menghimbau semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian.

Selain itu masyarakat dianjurkan untuk menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Tetapkan Status Siaga Satu

Adapun Konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.

Kemenkominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif  yang bersifat provokatif.

Kemenkominfo mendorong masyarakat untuk melaporkan jika mendapati keberadaan konten mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan dalam situs atau media sosial.

Laporan dapat disampaikan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten.

BACA JUGA: Momen Pas Buat Berantas Buta Huruf Fungsional 

Bahaya Ujaran Kebencian

Akhir-akhir ini isu politik menjadi pemicu maraknya konfrontasi di media sosial seperti hate speech, saling hujat,dan lain sebagainya.

Ekspresi politik,saling hujat, saling bela pilihan politik dan merendahkan pilihan lain yang awalnya di dunia nyata, kini bergeser ke dunia maya.

Hal ini mengubah media sosial yang awalnya muncul sebatas sebagai media curhat dan ajang berinteraksi sosial menjadi ring tinju.

Puasa  akan bermakna jika kita senantiasa menjaga tangan dengan menuliskan pesan tentang perdamaian yang bermakna  dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, stop menyebarkan ujaran kebencian dan hoax lewat media sosial. (Sbg/Rig)

Comments