Film Joker
(Foto: IMDB)

Sabigaju.com – Pasca Ditayangkan di Bioskop, Film Joker banyak menuai pujian dan apresiasi dari publik maupun netizen penikmat film di Tanah Air.

Dalam Film Joker, memperlihatkan kepada kita bagaimana kekejaman masyarakat di Kota Gotham bisa menyebabkan sosok Arthur Fleck muak dan berubah menjadi sosok keji.

Yup, Ditolak, dibuang, dan dipermalukan di depan banyak orang membuat Arthur Fleck mengalami  depresi hingga  bertransformasi menjadi badut mengerikan yang suka berbuat jahat.

BACA JUGA: Benarkah Pekerja Kreatif Rentan Terkena Gangguan Mental?

Tekanan Membuat Joker Alami Gangguan Mental

Awalnya Arthur hanya ingin membuat orang tertawa, tapi hidup malah menertawakannya. Teman kerja yang ia sangka baik rupanya berkhianat.

Belum lagi Sang Ibunya (yang diperankan oleh Frances Conroy), bekas pekerja Thomas Wayne alias ayah Bruce Wayne, punya rahasia masa lalu yang membuat Arthur semakin menggila.

Batinnya makin terluka ketika seorang pembawa acara yang sangat ia idolakan, Murray Franklin (Robert De Niro), justru membuatnya usaha tulusnya melucu jadi bahan olokan dan ejekan.

Kehidupan kelam dan kemalangan bertubi-tubi, memupuk bibit gangguan mental yang sudah tertanam. Akal sehat Arthur Fleck pun terhapus oleh pahitnya kehidupan.

Film Joker
(Foto: IMDB)

Dia berubah jadi  sosok kriminal. Kombinasi depresi dan pandangan negatif yang datang terus-menerus dari masyarakat sekitar membuat ia berubah menjadi penjahat yang ingin diakui.

Hal ini terlihat manakala Arthur seakan merasa hidup ketika membunuh tiga pria yang menindasnya di kereta bawah tanah.

Perubahan dirinya menjadi seorang Joker dimulai. Arthur yang bukan siapa-siapa lantas jadi bahan pembicaraan. Perlahan tapi pasti, seorang penjahat kejam tak waras akhirnya lahir di Gotham.

BACA JUGA: Hiperaktif di Social Media Bisa Bikin Kamu Kena Gangguan Jiwa 

Hubungan Gangguan Mental dengan Tindak kejahatan

Mental illness atau gangguan kejiwaan adalah masalah kesehatan yang memengaruhi suasana hati, pikiran, dan perilaku seseorang.

Sebuah studi menemukan bahwa sebanyak 18% orang dengan gangguan kejiwaan setidaknya melakukan 1 kali tindak kekerasan dalam setahun.

Orang yang sakit jiwa juga cenderung meledak-ledak dan rentan berbuat onar hingga melakukan kekerasan.

Film Joker
(Foto: IMDB)

Namun biasanya, sikap agresif mereka hanya diekspresikan pada diri mereka sendiri, keluarga, atau teman-teman di sekitarnya. Perasaan insecure penderita jarang dilampiaskan pada orang-orang asing.

Namun demikian, semua kasus gangguan mental jiwa berujung  pada tindak kriminalitas.

BACA JUGA: Tujuh Gangguan Kesehatan yang Kerap Menjadi Momok Para Pria 

Bahkan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam situs  Mental Heath, hanya 3-5% tindak kekerasan yang disebabkan oleh pengaruh gangguan kejiwaan.

Guna mencegah tindak kejahatan atau kriminalitas akibat gangguan kejiwaan, penderita perlu mendapatkan perawatan intensif dari dokter maupun psikiater.

Semakin cepat perawatan dilakukan, maka kondisi fisik dan mental penderita tentu dapat dikontrol dengan sebaik mungkin.

Andai saja Arthur Fleck dalam Film Joker mendapat perawatan sejak dini, tentu saja ia tidak akan menjadi kriminal.  (Sbg/Rig)

Comments