Game Fight of Gods yang menimbulkan kontroversi dan perbincangan banyak orang. (Foto Copyright Digital Crafter)

Sabigaju.com – Sebuah game berjenis fighting terbaru dengan titel ‘Fight of Gods‘ mungkin sepertinya belum terdengar familiar di telinga gamer Indonesia. Ya, meski masih terbilang baru, game ini membuat kontroversi lantaran menghadirkan pertarungan antara karakter dewa dan nabi.

Game ‘Fight of Gods‘  adalah game garapan pengembang game indie Digital Crafter yang mengusung genre fighting. Game tersebut kini hanya tersedia via platform Steam, jadi cuma bisa dimainkan lewat PC. Pantauan sabigaju.com dari laman Steam, game ini dibanderol dengan harga USD 4,97  atau sekitar Rp. 65 ribu.

Game ‘Fight of Gods’ mulai menimbulkan kontroversi dan kritik dari sejumlah kalangan karena karakternya sensitif–kebanyakan dari dewa, mulai dari dewa Zeus dari Yunani, Odin dari mitologi Norse, hingga Anubis dari Mesir.

Sementara, ada juga karakter yang bukan dari dewa, seperti Moses atau dikenal dengan Nabi Musa hingga sosok Sidharta Buddha Gautama yang hadir sebagai karakter playable dalam game ‘Fight of Gods’ ini.

Sosok Yesus Mirip Gladiator

Gilanya lagi game ini ternyata juga menghadirkan sosok Yesus sebagai karakter yang bisa kamu pilih untuk dimainkan sebagai jagoan pilihan.

Karakter Yesus dalam Game Fight of Gods (Foto Copyright Digital Crafter)
Karakter Yesus dalam Game Fight of Gods (Foto Copyright Digital Crafter)

Sosok Yesus dalam game ini digambarkan mirip dengan gladiator dengan tampilan fisik pria bertubuh kekar dengan potongan balok kayu di tangan yang seolah-olah dipatahkan dari salib.

Lewat tampilan trailer game tersebut dilaman youtube, nampak Yesus menggunakan patahan blok kayu saat bertarung menghadapi lawan-lawannya.

Terlepas dari kontroversi publik, pengembang game tersebut tetap nekad menghadirkan Fight of Gods via Steam dan sedang memasuki tahap akses awal.

Berpotensi menimbulkan gesekan SARA

Game Fight of Gods mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Malaysia, misalnya, sudah menutup akses game streaming ini. Negeri Gajah Putih, Thailand, juga melakukan kebijakan, menutup akses game ini lantaran dianggap melakukan penghinaan terhadap simbol-simbol agama.

Tak mau masalah ini berlarut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya ikut turun tangan dengan mengirimkan surat yang ditujukan kepada pihak Steam.

Sementara itu di Indonesia, menurut penuturan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, mengakui, pihaknya telah mendapatkan banyak sekali aduan dari masyarakat terkait game Fight of Gods ini. Namun, Semuel mengaku belum sempat mengunduh game tersebut.

“Belum sempat download. Tapi sudah lihat trailer-nya,” ujarnya.

Ditambahkan Semuel bahwa game ini tidak layak untuk dikonsumsi di Indonesia lantaran banyak hal sensitif. Selain itu dalam pandangannya, agama bukanlah suatu hal untuk sebuah permainan.

“Kalau dari trailer-nya sih, game ini tidak layak untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Kita adalah bangsa yang beragama. Simbol-simbol agama bukan untuk dipermainkan. Apalagi dipertarungkan. Ini bisa menimbulkan gesekan yang berbau SARA,” tambahnya.

Semuel menegaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Steam agar memblokir game tersebut dari wilayah Indonesia.

“Iya, kami sudah mengirim surat untuk segera dilakukan geo blocking untuk wilayah Indonesia. Sesuai aturan kami, dalam waktu 2 x 24 jam mereka harus melaksanakan. Kalau tidak kami akan memblokir distributor channel,” tulis Semuel dalam pesan singkat kepada awak media. (Sbg/Rig)

Comments