Yohanes Ande Kala Marchal
Nama Yohanes Ande Kala Marchal meroket setelah aksi heroiknya memanjat tiang bendera setinggi 15 meter menjadi viral saat upacara HUT RI ke-73. (Foto: Instagram pontianakinformasi)

Sabigaju.com – Sebuah aksi heroik baru-baru ini dipertontonkan oleh seorang anak bernama Yohanes Ande Kala Marchal. Namanya menjadi topik hangat di media sosial beberapa hari belakangan usai memanjat tiang bendera ketika berlangsungnya upacara HUT RI ke 73 di salah satu lapangan Pantai Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebuah video yang sedang viral merekam aksi Yohanes yang akrab disapa Joni, saat itu berinisiatif memanjat tiang bendera demi memperbaiki tali bendera yang mendadak tersangkut ketika upacara bendera tengah berlangsung, Jumat (17/8) waktu setempat.

Tak pelak, spontanitas yang Joni lakukan berbuah pujian dari seantero Indonesia. Sabigaju pun kali ini ingin mengulas fakta-fakta tentang aksi heroik Joni. Simak ulasannya, Sob!

1. Joni Masih Duduk di Bangku SMP

Joni diketahui hingga saat ini masih berusia 13 tahun, yang artinya kini dirinya masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Silawan.

2. Sempat Sakit Saat Upacara Berlangsung

Joni sempat dirawat oleh tim medis di sekitar area lapangan upacara karena pingsan akibat sakit perut yang dialaminya. Beruntung, setelah merasa pulih, ia bergegas kembali ke lapangan karena melihat tali bendera tersangkut di ujung tiang setinggi hampir 15 meter.

3. Diberi ‘Uang Beli Permen’ 50 Juta Rupiah oleh Hotman Paris

View this post on Instagram

Pahlawan cilik NTT ngaku tidur nya di lantai di rumahnya! Tamu hotman paris dan tamu pengacara duma hutapea ( adik hotman) di kopi joni dibawa naik Lambo tgl 19 agustus pagi hari! ! Naik tiang bendera udahan he he (sifat berani dan kepolosan anak ini patut ditiru oleh anak muda dan orang tua. Kepada para oknum tukang nyinyir dan tukang hoax agar malu lah jadi manusia pengecut. Kepada 1,/ 2 oknum Orang Batak yang nebeng popularitas dengan cara sebarkan fitnah tentang Hotman Paris agar angkat koper pulang kampung dan buka warung Lapo Tua di tanah Batak. Ibukota bukan tempat yang cocok untuk kamu. Jam terbang Hotman Paris selama puluhan tahun dengan berbagai pengacara bule terlalu berat untuk kamu saingin. Takutnya kamu stress dan akhirnya stroke karena iri dan iri dan iri.)

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

Aksi heroik yang ditunjukkan Joni ternyata hingga menyita perhatian pengacara kenamaan, Hotman Paris Hutapea. Bahkan, Hotman yang kagum akan aksi Joni, dilaporkan telah menghadiahinya uang sebesar Rp50 juta untuk beli ‘permen’.

4. Dapat Beasiswa dari PLN Hingga S1

View this post on Instagram

*PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1* . _Keberanian Yohanis Memukai Indonesia dan Menjadi Viral_ . Jakarta, 17 Agustus 2018 – Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1). . Sebelumnya sebuah video merekam aksi heroik Yohanis yang merupakan pelajar SMP di Atambua saat pelaksanaan upacara bendera di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kab. Belu, NTT, dimana dirinya memanjat tiang bendera untuk memasang tali tiang yang putus sebelum pengibaran bendera dilakukan, Jumat (17/8). Pelajar tersebut adalah Yohanis Gama Marschal Lau yang saat ini menduduki bangku kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT. . PLN Peduli merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya memberi perhatian khusus pada bidang pendidikan. Sejak video tersebut beredar, PLN segera mendatangi alamat rumah Yohanis dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama, serta mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara. . Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan Yohanis yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI. "Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," ungkap Ali. . Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter. . Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya. #plnpeduli

A post shared by PT PLN (PERSERO) WILAYAH NTT (@pln_ntt) on

Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga ikut tergerak untuk mengapresiasi tindakan mengharukan Joni. Lewat PLN Peduli, perusahaan BUMN tersebut memberi beasiswa kepada Joni hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1).

5. Rumahnya Diperbaiki Kapolda NTT

View this post on Instagram

Rumah Bocah Pemanjat Tiang Bendera di NTT Bakal Dibedah Follow @inibaru.id – Support Locals become Popular Video yang memperlihatkan aksi heroik Yohanes Gama Marchal Lau memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Pantai Mota’ain, Desa Silawan, Kabupaten Belu, NTT, viral di media sosial. Aksi bocah 14 tahun ini pun mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Yohanes Gama atau akrab disapa Johny Gala ini merupakan pelajar kelas VII SMPN Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Saat itu, Johny nekat memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk menyelamatkan upacara bendera yang terancam gagal karena tali pengait bendera lepas. Seperti yang diberitakan Liputan6.com, Jumat (17/8/2018), kala itu perut Johny sedang mulas dan ingin buang air besar di toilet. Namun, sesampainya di pintu toilet, dia nggak sengaja mendengar pembicaraan petugas kesehatan bahwa tali bendera lepas dan bendera nggak bisa dikibarkan. Beberapa kali terhenti saat memanjat tiang bendera karena kehabisan napas setelah berlari-larian, Johny akhirnya sampai ke puncak tiang bendera dan membetulkan tali pengait yang lepas tersebut. Dia pun mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta upacara di Pantai Monta’ain itu. Johny Gala juga menerima tali asih dari Kapolda NTT yang juga diserahkan Kapolres Belu langsung kepada kedua orang tua Johny. Baterino Fahik Marsal dan Lorensa Gama selaku orang tua Johny merasa sangat bangga dan berterima kasih atas penghargaan terhadap anaknya. Selain apresiasi dari Kapolda NTT, Johny juga mendapat penghargaan dari Kemenpora RI. Jumat (17/8) malam, Johny langsung berangkat ke Kupang untuk selanjutnya ke Jakarta bersama Kapolres Belu. Johny diminta Kemenpora RI untuk ke sana dan hadir pada pembukaan Asian Games 2018. Salut! Terima kasih Johny sudah membantu Merah Putih berkibar di ujung timur negeri ini. #NTT #UpacaraBendera #PemanjatTiangBendera #YohanesGama #JohnyGala #KapoldaNTT #VideoViral #HUTKe73RI

A post shared by Inibaru.id (@inibaru.id) on

Apresiasi juga diberikan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman yang berjanji akan membedah rumah tinggal sederhana milik orang tua Joni.

6. Jadi Tamu VIP Opening Ceremony Asian Games 2018

Aksi heroik Joni yang berdekatan dengan perhelatan Asian Games 2018, membuatnya diundang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Joni pun duduk di kursi VIP bersama para Menteri saat seremoni pembukaan ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

7. Bertemu dengan Presiden Jokowi

Tak hanya menyedot perhatian Menpora, Joni juga akan direncanakan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada Senin, (20/8) hari ini. (Sbg/Nic)

Comments