Sabigaju.com – Bukan Fadli Zon sepertinya bila hadir tanpa komentar yang kontroversial.

Wakil Ketua DPR RI ini kerap berbagi pendapatnya melalui akun twitter pribadi. Baru-baru ini Fadli kembali menjadi perhatian warganet karena unggahannya di twitter.

Dia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan sosok seperti Vladimir Putin untuk memimpin negara.

Sontak pendapatnya tersebut menuai banyak komentar. Dari yang tidak habis pikir dengan logika berpikir seorang Fadli , hingga yang merasa pendapat Fadli tersebut sudah tepat.

Banyak warganet yang kebingungan mengapa Fadli justru mengidolakan sosok yang dikenal otoriter sedangkan dirinya sendiri seringkali sebal dengan pemerintahan Jokowi karena dianggap otoriter.

Kagumi Sosok Pemimpin Otoriter

Namun, lagi-lagi bukan Fadli bila tanpa komentar yang kontroversial.

Seperti sebelum-sebelumnya, Fadli Zon menanggapi kubu yang tidak setuju dengan pendapatnya dengan santai.

Menurutnya, itu adalah hak dia untuk mengagumi seorang Vladimir Putin. Setelah menyita perhatian publik karena kicauannya di twitter tersebut, Fadli Zon kembali berkicau di Twitter

“PUTIN bisa jg singkatan dr PRABOWO UNTUK INDONESIA (PUTIN). Insya Allah bawa kebangkitan RI bukan kebangkrutan.” Kicauannya tersebut mendapat 1.885 likes, dire-tweet oleh sebanyak 542 kali dan mendapat balasan sebanyak 683.

Fadli memang politisi Partai Gerindra yang sejak awal pemerintahan Jokowi sering mengemukakan kritik dan komentar kontroversial.

Prabowo Dukung Fadli Zon

Dukungannya yang terbesar memang ditujukan hanya kepada ketua partai tempatnya bernaung yaitu, Prabowo Subianto.

Menanggapi sikap kadernya yang seringkali mengemukakan komentar kontroversial,  Prabowo tak mempermasalahkan sikap kontroversial Fadli Zon.

“Fadli Zon, yang penuh kontroversi. Memang Demokrasi membutuhkan kontroversi, asal damai dan tentram,” kata Prabowo saat memberikan sambutan di acara HUT ke-10, di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2).

Fadli memang sering melontarkan pernyataan atau komentar kontroversial. Saluran yang sering menjadi andalannya adalah Twitter.

Sebelum mengunggah kicauan tentang Vladimir Putin, pada awal Maret ini Fadli Zon juga sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan isu SARA dan adu domba umat.

Kelanjutan dari laporan yang dilayangkan oleh Muhammad Rizki dengan Laporan Polisi Nomor LP/1336/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus ini belum ada.

Soal Pengungsi Rohingya

Selain itu, mundur di tahun 2017, Fadli  juga sempat mendapat perhatian dari warganet karena komentarnya tentang respon pemerintah terhadap pengungsi Rohingnya.

Cuitannya tersebut mengarah pada tuduhan bahwa Pemerintah Jokowi tidak mendukung pengungsi Rohingya yang diusir dan dibantai karena Rohingya adalah muslim.

Beberapa contoh kasus di atas hanya sedikit dari banyak komentar kontroversial khas Fadli Zon.

Mengkritisi pemerintah tentu bukan hal yang salah, namun menegakkan demokrasi tentu perlu etika, logika, dan juga tanggung jawab. Jadi, bukan sekadar berkomentar yang penuh kontroversi.  (sbg/Erny)

Comments