Tik Tok Kini tengah ramai menjadi Pembicaraan publik dan Netizen
(Foto: Pixabay.com)

Sabigaju.com – Belakangan ini, hampir setiap hari ada saja video Tik Tok yang nongol di timeline media sosial kamu, entah itu instagram ataupun Twitter. Bahkan, lambat laun, kamu selaku netizen akan hapal lagu dan gerak yang dipertontonkan dalam video itu.

Yup Tik Tok rises and shine again. Dulu ia dihujat sebagai platform mainan anak alay yang tidak mendidik, sekarang semua orang dari berbagai kalangan, tak terkecuali para selebgram, selebtwit, bahkan artis tanah air juga berlomba mengunggah video-video mereka.

Nah, Tik Tok kembali ramai diperbincangan lantaran menimbulkan dampak terhadap bidang politik dan kesehatan seorang penggunanya.

BACA JUGA: Social Media Distancing Juga Perlu Kamu Lakukan 

Dari Joget Rambah Politik

Tiktok juga ramai menjadi perbincangan lantaran dituding mengerjai Kampanye pemilu yang digelar Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump, di BOK Center kota Tulsa, negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat pada minggu lalu hingga ambyar berantakan.

Disebut demikian lantaran beredar video imbauan di platform tersebut, yang meminta pengguna untuk mengosongkan tempat berlangsungnya kampanye, dengan cara memborong tiket kampanye di situs resmi Trump.

Presiden Donald Trump
(Sumber: Instagram.com/realdonaldtrump)

Setelah membeli tiket, mereka lantas diminta untuk tidak menyambangi acara tersebut, sehingga kursi yang dipesan menjadi kosong. Tak hanya di TikTok, video imbauan ini juga tersiar di platform jejaring sosial lain seperti Instagram dan Twitter.

Sebagai informasi, video imbauan yang sempat viral tadi konon pertama kali diunggah oleh pengguna TikTok bernama Mary Jo Laupp (@maryjolaupp).

@maryjolaupp

Did you know you can make sure there are empty seats at Trump’s rally? BLM.

♬ original sound – maryjolaupp

Unggahan Laupp pun sukses merayu pengguna lainnya dan lantas tersiar dengan cepat di dunia maya.

Bahkan, beberapa pengguna TikTok, salah satunya @meandyke, meminta bantuan fans K-pop untuk memborong tiket kampanye Trump. Terlepas dari itu, pihak TikTok sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait kabar ini

Walhasil, hanya sekitar 6.200 orang saja yang hadir di BOK center, jauh lebih rendah dibanding ekspektasi Trump, yang minggu lalu mengklaim bahwa hampir ada satu juta orang yang bakal hadir di tempat tersebut.

Angka tersebut juga lebih rendah dari batas maksimal venue yang mampu memuat sekitar 19.000 orang.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan akankah Tik Tok bakal menjadi media penyampai pesan politik di Indonesia di waktu mendatang?

BACA JUGA: Alasan Keren Kenapa Cowok Jarang Update Status di Medsos

Tik Tok Syndrome

Baru-baru ini publik sosial media dihebohkan dengan seorang pemuda yang mengaku terkena TikTok syndrome. Setelah ditelusuri, ternyata pengakuan tersebut merupakan konten sindiran yang sengaja dibuat oleh pemuda itu di Instagram.

Dalam video yang beredar, pemuda bernama Kesar itu memberikan testimoninya di hadapan kamera. Ia mengaku menderita TikTok syndrome lantaran terlalu sering berjoget TikTok.

“Pada awalanya saya bermain Tik-Tok itu cuma buat seneng-seneng doang, tapi lama kelamaan saya merasa ada yang aneh. Saya seperti tidak bisa mengontrol tubuh saya, dan setelah saya cek saya terkena Tiktok syndrome,” kata Kesar dalam video yang diunggah di Instagram-nya, @kesarnst.

“Awalnya sih saya merasa kesulitan karena setiap saya melakukan sesuatu saya tidak bisa mengontrolnya dengan baik dan benar terutama saat saya tidur. Saya harus minum obat dua kali sehari untuk bermeditasi agar tubuh saya tidak bergerak-gerak,” lanjutnya.

Unggahan video itu menghebohkan publik sosial media, bahkan dibagikan ke berbagai platform lain. video itu sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dengan ribuan komentar dari netizen yang membanjiri kolom komentar.

Rupanya dalam postingan akun @kesarnst itu, ia mengatakan bahwa konten tersebut adalah “komedi sarkat” atau hanya berupa sindiran.

“Kisah seorang remaja yang terkena tiktok syndrome. Komedi sarkas (awas konten sensitif),” tulisnya pada caption postingan.

BACA JUGA: Tak Saling Follow di Medsos dengan Pasangan, Bisa? 

Apa kata Dunia Ilmiah

Sebuah riset yang dilakukan situs Audley Villages mengungkapkan kalau  aktivitas melakukan tantangan TikTok  disaat masa pandemi lalu juga bisa membawa dampak positif terhadap kesehatan mental, lho.

“Tantangan-tantangan yang ada bisa menjadi cara positif untuk seseorang merasa terhubung dengan orang lain dan merasakan kebahagiaan dengan bergabung di permainan tersebut.” Demikian diungkapkan oleh psikolog klinis, Dr Julie Smith. Smith sendiri memiliki setengah juta pengikut di akun TikTok miliknya.

Smith menambahkan, penting bagi orang-orang untuk menjadikan platform Tik Tok sebagai media bersenang-senang, bukan justru membandingkan diri dengan orang lain secara tidak sehat. Sebab hal itu pada akhirnya bisa membuat seseorang menilai dirinya lebih buruk daripada sebelumnya.

Sementara temuan Professor Sarah Coyne dari Brigham Young University yang mempelajari efek media sosial terhadap kesehatan mental seseorang. Mengungkapkan, efek kesehatan mental tidak berpaku pada seberapa banyak kita menggunakannya, melainkan bagaimana kita menggunakannya.

Namun demikian, Coyne jmengingatkan agar pengguna media sosial, utamanya TikTok, untuk tetap mengingat tujuan yakni untuk hiburan dan terhubung dengan orang lain. (Sbg/Rig)

Comments