Social Distancing upaya mencegah Corona
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Salah satu cara pencegahan non-farmasi penyebaran Virus Corona adalah dengan melakukan tindakan social distancing measures alias menjaga jarak sosial.

Social distancing merupakan sebuah praktik kesehatan publik yang direkomendasikan pejabat kesehatan dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus dari satu orang ke orang lain.

Sehingga secara sederhana artinya kita harus menjauhi kerumunan orang yang ramai, tidak pergi ke acara konser, pesta, atau berkumpul di satu tempat tertutup.

Selain itu, ada pula anjuran untuk menjaga jarak setidaknya dua meter dengan orang lain saat berada di tempat umum.

BACA JUGA: Wabah Corona Ubah Kebiasaan Masyarakat dan Gaya Hidup

No Kontak fisik

Social distancing juga artinya tidak ada kontak fisik atau sentuhan dengan orang lain, mulai dari bersalaman, pelukan, hinggan ciuman. Sentuhan fisik juga merupakan cara seseorang menyebarkan virus ke orang lain.

Namun apakah hal ini ampuh mencegah penyebaran virus corona?

BACA JUGA: Wabah Corona Ubah Kebiasaan Masyarakat dan Gaya Hidup

Efektivitas Social Distancing

Dikutip dari berbagai sumber, para ahli menyatakan praktik social distancing ini berhasil berdasarkan studi pada pandemi influenza Spanyol 1918.

Kala itu kota-kota di Spanyol yang mempraktekkan social distancing seperti melarang pertemuan di tempat publik hingga menutup sekolah, berhasil menekan tingkat kematian secara signifikan.

Untuk kasus virus corona sendiri, belum terdapat penelitian ilmiah yang mempelajari pengaruh social distancing.

BACA JUGA: 

Namun, jika merujuk pada peristiwa pandemidi Spanyol tersebut, terdapat potensi besar bahwa praktik ini dapat menekan penularan virus corona.

Mungkin saja hal ini tidak bisa 100% mencegah transmisi virus, namun dengan mengikuti aturan-aturan sederhana ini, seseorang punya peran penting dalam memperlambat penyebaran virus COVID-19.

Para ahli kesehatan menyebut ini sebagai upaya untuk meratakan kurva atau flattening the curvagar jumlah pasien penderita COVID-19 tidak melonjak dalam waktu pendek.

Kalaupun nantinya banyak yang kena penyakit, waktunya akan tersebar panjang, sehingga sarana dan prasarana  kesehatan dapat tercukupi untuk untuk mengatasinya.

Menurut Michael Mina, Associate Medial Director of Clinical Microbiology, menekankan untuk memperhatikan kapasitas rumah sakit dan layanan medis lain dalam menghadapi penyebaran virus ini.

“Jika virus menyebar terlalu cepat, akan banyak orang yang muncul di ruang gawat darurat dalam waktu tertentu, infrastruktur layanan kesehatan dan para pekerja medis akan kewalahan,” paparnya.

Sepertinya mengurangi aktivitas sosial dan tinggal di rumah adalah pilihan tepat untuk melindungi diri sendiri serta mencegah penularan corona. (Sbg/Rig)

Comments