Source : tinybuddha.com

Sabigaju.com – Pernah merasakan yang namanya patah hati, Sobat Sabi? Biasanya hal ini terjadi karena efek dari berpisah dengan orang yang dicintai. Keadaan patah hati ini sendiri juga bisa terjadi kepada laki-laki atau perempuan yang mengalami proses penolakan. Patah hati juga bisa dikarenakan ditinggal oleh keluarga atau sanak saudaranya.

Tapi apakah kamu sudah mengetahui bahwa terjadinya proses patah hati itu ternyata mempunyai dampak tertentu kepada tubuh kamu?

Dampak Patah Hati bagi Tubuh

Seorang peneliti dari University of California, Naomi Eisenberg, PhD mengatakan ketika terjadi putus hubungan pada dasarnya otak akan sulit mengatasinya sendirian. Akibatnya, otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menginfokan bahwa yang kamu alami adalah rasa sakit.

Ketika merasakan sakit, seperti dikutip female first, otak seseorang akan terganggu dan dua hormon bahagia  oksitosin dan dopamin akan pergi hingga hanya meninggalkan hormon stress di otak. Karena terjadi ledakan emosi yang besar, hormon stress lalu bisa muncul dalam jumlah besar ke aliran darah.

Hormon stress yang muncul ini ternyata bisa mempengaruhi jantung, menurut pernyataan Dr.David Winter dari Baylor Health Care System. Menurut hasil penelitian dari Rochester Institute of Technology di Amerika Serikat, seorang suami mempunyai kemungkinan meninggal 30% lebih tinggi jika sang istri meninggal terlebih dahulu.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Universitas Harvard pada tahun 2012. Riset ini menemukan bahwa mereka yang ditinggalkan pasangannya akan mengalami resiko serangan jantung 21 kali lebih tinggi jika mereka ditinggalkan karena kematian.

Dalam peneitian ini juga menemukan hubungan yang kuat antara kematian anak dan kematian ibu. Perempuan yang kehilangan seorang anak memiliki kemungkinan meninggal 3 kali lipat dalam waktu 2 tahun setelah kematian anaknya.

Healing untuk Patah Hati Kamu

Jika kamu benar-benar mengalami sakit hati, kalau bisa jangan sampai kamu mengasingkan diri. Karena dengan melakukan hal ini hanya akan membuat segalanya menjadi tambah buruk. Ada baiknya kamu melakukan hal-hal yang bisa membuat dirimu lebih ceria. Karena suasana hati yang baik akan berdampak positif pada kesehatan tubuh ujar Gary Lewandowski, Ph.D, seorang professor psikologi dari Monmouth university, New Jersey.

Menurut versi Christiane Nortup MD, seorang penulis Women’s Health Expert, ada beberapa yang bisa membantu kamu dalam proses healing, antara lain:

1. Menggerakan Tubuh

Tetap aktif dan bergerak akan menaikkan level neurotransmitter, serotonin, dan norepinephrine sebagai hormon baik pelepas stress. Hormon ini muncul pada saat kamu bahagia setelah berolahraga. Cara yang sederhana untuk membantu diri kamu meskipun cuma jalan kaki saja.

2. Makan Teratur

Karena seringnya, patah hati atau stress membuat kamu jadi ingin makan gula yang banyak. Sebenarnya akan lebih baik jika kamu mengatur pola makan dengan memilih makanan yang mengandung omega 3, serta perbanyak buah dan sayuran.

3. Tidak Menghubungi Mantan/Orang yang Menyakitimu

Tetap berada pada area dimana kamu masih berhubungan dengan orang yang menyakitimu hanya membuat luka itu semakin lama sembuh. Akan lebih baik jika kamu memutus hubungan tersebut sama sekali termasuk unfollow dia di media sosial.

4. Hindari Obat Depresi

Ada beberapa obat yang bisa mengurangi tingkat stress atau depresi. Obat-obat tersebut tidak direkomendasikan, karena mengonsumsi anti depresi tersebut justru berpotensi membuat kamu semakin depresi.

5. Luangkan Waktu untuk “Me Time

Sediakan waktu untuk me time. Habiskan waktu sendirimu dengan cara meditasi, menulis, nonton film, mendengarkan musik, olah raga dan lain-lain. Jika kamu masih merasa ada mental blocks yang menghalangi, coba luapkan atau tuangkan waktu me time kamu dengan menangis atau kegiatan apapun yang dapat membantu meringankan bebanmu.

6. Memaafkan Diri Sendiri (Forgiving Yourself)

Jika mood kamu sudah membaik, kamu bisa mulai untuk menerima kondisi secara keseluruhan dan akan lebih baik apabila kamu bisa memaafkan diri kamu sendiri, meskipun perbuatan yang terjadi bukan merupakan salahmu. Berdamailah dengan dirimu sendiri and let the past go.

Dengan memaafkan diri sendiri pada akhirnya akan membuat kamu lebih ikhlas, legowo dan jelas membuat kamu semakin bahagia dan mengerti makna kehidupan.

source : gawler.org

Setiap perjalanan hidup meskipun itu diiringi dengan kesedihan atau kehilangan maka jangan sesali rasa yang sudah terjadi. Tapi terimalah hal tersebut sebagai proses. (Sbg/Ary)

Comments