efek micin
source : https://bembu.com/msg-side-effects/

Sabigaju.com – Vetsin atau micin adalah suatu elemen penyedap rasa yang biasa kita temui pada suatu masakan. Micin dalam bahasa kimianya disebut dengan monosodium glulatamate (MSG).

Micin sering dikenal sebagai penyedap rasa pada makanan seperti jajanan bakso, nasi goreng, juga mie instan.

MSG sebenarnya merupakan garam sodium dari zat asam glutamic yang terdapat dalam zat asam amino (protein building block). Menurut Volker Wendisch dalam bukunya “Amono Acid Biosintesis”, monosodium glutamat ditemukan dan diisolasi dari hydrolyzates rumput laut jepang “konbu” oleh Dr Kikunae Ikeda.

Hingga pada tahun 1912 MSG mulai diproduksi massal oleh perusahaan vetsin jepang yang produknya masih hadir di Indonesia, yakni Ajinomoto. Kemudian pada tahun 1950-an MSG mulai diproduksi dengan kombinasi fermentasi gula murah (tetes tebu) dan amonia untuk hasilkan glutamat.

Akhir-akhir ini kita  sering mendengar celaan di media sosial dan dunia nyata dimana micin mendadak menjadi komponen yang sering dibawa-bawa. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan lebih lanjut mengenai benarkah vetsin itu benar-benar membuat seseorang menjadi bodoh?

Berikut kami coba rangkum efek vetsin bagi kesehatan, berdasarkan pendapat ahli.

Penelitian Mengenai Vetsin atau MSG

Sebenarnya stigma mengenai penggunaan vetsin itu tidak terjadi di indonesia saja. Bahkan di negara Amerika Serikat banyak sekali masyarakat yang sudah terpengaruh stigma ini sejak tahun 1960-an.

Ada publikasi riset pada Journal of Nutrition mengatakan kalau uji coba MSG dengan sampel kepada binatang dengan dosis tinggi ternyata tidak menimbulkan efek kerusakan pada otaknya. Satu-satunya hasil riset yang relevan sesuai ranah science adalah adanya penggunaan MSG yang diberikan kepada anak hipersensitif.

Menurut Leona Victoria Djajadi dari University of Sydney, jika MSG diberikan kepada anak yang hipersensifit maka reaksinya akan berupa sebatas fisik saja seperti pusing, gatal, mual, keringat dingin, sampai behavioural (perilaku) seperti ADHD dan hiperaktif. Hal ini diperkuat dengan adanya riset yang dilakukan Dr. Robert Ho Man Kwok pada tahun 1968.

Dr. Robert Ho Man Kwok mengadakan penelitian mengenai dampak Chinnese Restaurant Syndrome (CSR) terhadap manusia. Pada penelitian di negara Inggris ini, Dr. Robert Ho Man Kwok juga menemukan terdapatnya gejala fisik seperti mual, pusing, lemas dan lain lain setelah makan di restoran chinnese.

Di penelitian ini juga menemukan efek reaksi fisik sebagaimana disampaikan terjadi akibat terlalu banyaknya kandungan glutamat yang menjadi komponen dari vetsin itu sendiri. Hingga saat ini masih belum ada fakta science yang membuktikan secara valid bahwa MSG mempunyai dampak yang berbahaya bagi otak. Bahkan lembaga kesehatan di seluruh dunia bersepakat jika MSG itu aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.

Kesimpulannya, vetsin ternyata tidak membuat bodoh. Namun kandungan natrium dari vetsin itu sendiri akan membawa resiko kesehatan seperti halnya kalau terlalu banyak garam (hipertensi). Jadi, bodoh bukan lagi salahnya micin ya, sob. (Sbg/Ary)

 

Comments