Musik EDM
(Foto: Instagram/ calvinharris)

Sabigaju.com – Bagi para pencinta dugem serta party goers, Hari ini Jumat 13 Desember 2019 tentunya nggak bakal melewatkan momen Djakarta Warehouse Project alias DWP 2019 sebagai ajang pesta sekaligus pagelaran musik EDM terbesar di Indonesia, dan Asia.

Pagelaran DWP 2019 ini akan dihelat selama tiga hari kedepan hingga 15 Desember 2019 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penonton diajak menyaksikan kembali aksi panggung beragam DJ dan musisi dari seluruh dunia yang tampil di DWP, antara lain Calvin Harris Armin van Buuren, Major Lazer Soundsystem, Porter Robinson, Mura Masa, DJ Snake, dan Claptone hingga Skrillex.

Meski terdengar populer, musik EDM masih sering dilabeli dengan stereotip yang tidak seharusnya. Yup, EDM kerap dikaitkan dengan narkoba.

Padahal, untuk menikmati EDM, kamu tidak perlu mengkonsumsi barang terlarang. Selain itu, tidak semua orang datang ke EDM festival untuk memenuhi hasratnya untuk mabuk.

BACA JUGA: Musik Ternyata Bikin Performa Olahraga Makin Yahud 

EDM Bantu Pacu Semangat Berolahraga

Sebuah penelitian bertajuk Spontaneous Entrainment of Running Cadence to Music Tempo menyebutkan  bahwa tempo sebuah musik bisa memacu semangat seseorang ketika berolahraga (khususnya lari maupun bersepeda) ternyata dapat me-stimulasi penciptaan energi di dalam tubuh manusia.

Nah, secara umum, EDM memiliki ketukan irama yang cepat yang membangkitkan semangat.

Musik EDM  memiliki tempo rata-rata 140 BPM (beat per minute) ini memotivasi tubuh untuk menyesuaikan dengan tempo  musik bertempo saat  diputar.

Bisa jadi kalori yang terbakar akan lebih banyak daripada biasanya.  Bisa kebayang berat badan kamu bakal turun lantaran joget seharian di ajang DWP malam ini.

BACA JUGA: Genre Musik yang Biasa Didengar Para pekerja untuk Mengusir Stres

EDM dan Konsentrasi Kerja

Jika belakangan ini kamu merasa demotivasi akibat serangkaian pekerjaan yang tak kunjung selesai, maka mendengarkan electronic dance music bisa mempertahankan konsentrasi dalam menyelesaikan hal tersebut.

Dalam ulasan di buku “The Trance Experience” karya Torsten Fassbender, genre musik ini memiliki dinamika progresif yang mampu memancing manusia untuk lebih fokus dan konsentrasi sebagai reaksi dari masuknya irama-irama repetitif ke indera pendengaran.

BACA JUGA: Besarnya Manfaat Musik dalam Kehidupan Seksual 

Dalam penelitian lain disebutkan kalau  EDM juga bermanfaat  bagi mereka yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat bekerja.

Musik elektronik dengan ketukan 50-80 BPM (beat per minute), merupakan yang paling sesuai untuk belajar atu bekerja.

Alasannya, ketukan itu tidak akan mengalihkan perhatian dari fokus. Contoh musik elektronik dalam kisaran tersebut adalah Minimal House atau Ambient.

Ok gaes, so berhentilah menganggap kalau musik EDM identik dengan narkoba. (Sbg/Rig)

Comments