Ecosexual
(Foto: Leah-Anne Thompson/pdxmonthly.com)

Sabigaju.com – Umumnya hubungan seksual dilakukan oleh manusia terhadap pasangannya atas dasar cinta.

Namun, belakangan ini ada satu perilaku yang cukup aneh dalam hal pelampiasan hasrat seksual tersebut yang belakangan cukup populer, yakni ecoseksual.

Ecosexual merupakan kecenderungan seksual untuk melakukan hubungan intim dengan alam.

BACA JUGA: Bercinta dengan Hantu, Situ Berani?

Kemunculan Ecosexual

Pada awalnya , ecosexual adalah tren yang berkembang dan diikuti oleh beberapa pemerhati lingkungan pada tahun 2000-an.

Ecosexual muncul karena keprihatinan para aktivis lingkungan terhadap bumi yang semakin dekat dengan kehancuran. Gerakan ini telah membuat sebuah film dokumenter berjudul Goodbye Gauley Mountain, yang menceritakan tentang kecemasan dan sikap protes mereka terhadap kerusakan bumi ini.

Filosofi yang diusungnya adalah untuk membantu orang-orang agar berhubungan kembali dengan alam, dan tentunya dengan diri (tubuh) mereka sendiri.

Trend ini memang sangatlah tidak masuk didalam benak akali kita, Namun keyakinan di balik mereka melakukan ini ternyata benar ada nya dan ini cukup menarik

Mereka percaya bahwa mereka dapat berhubungan seks dengan tumbuhan hidup seperti pohon-pohon ini bisa membantu menyelamatkan alam ini.

BACA JUGA: Jangan Remehkan Manfaat Bercinta di Waktu Pagi Hari

Gaya Bercinta Ecosexual

Menurut penelitian yang dilakukan University of Nevada Las Vegas (UNLV), Amerika Serikat (AS), bentuk aktivitas seksual yang dilakukan oleh penganut ecosexual adalah dengan berguling-guling di tanah dalam kondisi telanjang memeluk pepohonan mencium, menjilat bunga-bunga di kebun atau hutan. Sampai akhirnya mereka mengalami orgasme dengan “pasangan” yang dipilih.

Tidak hanya  berhubungan seksual dengan bumi, seseorang ecosexual bahkan bisa menikah dengan matahari, bumi, bulan ataupun bintang.

Para penganut ekoseksual percaya, berhubungan intim dengan alam bisa memunculkan rasa saling melindungi.

Sama halnya seperti rasa di antara kedua orang orang yang saling mencintai. Dengan begitu, alam juga akan menyayangi dan melindungi mereka dari kehancuran.

Dampak EcosexuaTerhadap Kesehatan Psikis atau Fisik?

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan di antara ahli yang menyatakan bahwa ekoseksual merupakan penyimpangan seksual atau bukan.

Namun, kebiasaan yang dilakukan penganut gya hidup ecosexual ini bisa saja berpengaruh pada kesehatan, baik kesehatan fisik ataupun psikologis.

BACA JUGA: Besarnya Manfaat Musik dalam Kehidupan Seksual

Sebut saja mereka yang kerap memeluk pohon atau mencium batu bisa memindahkan debu, tanah, atau kotoran pada tubuh. Terlebih ketika tak dibarengi dengan rajin menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan. Mereka tentu akan rentan terkena penyakit.

Sementara itu, ekoseksual yang mengagumi lengkungan dan keindahan bumi bisa membuat seseorang lebih bersyukur dan menjadi salah satu cara menghilangkan stres.

Kemudian, kebiasaan berbicara romantis  dengan tanaman atau bahkan melakukan dirty talk bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan enggan untuk berinteraksi dengan orang tersebut sehingga akan memengaruhi kemampuan bersosialisasi.

Apakah kamu tertarik mengikuti gaya hidup ecosexual ini?(Sbg/Rig)

Comments