Ramah Lingkungan
Semakin banyak label fashion yang menerapkan penggunaan bahan-bahan sustainable, pemberdayaan masyarakat, dan kode etik untuk meminimalkan efek negatif pada lingkungan(Foto: Green-logic.net)

Sabigaju.com – Di hari Bumi ini begitu banyak orang yang gencar menyampaikan pesan dengan ajakan agar kita semakin peka dan ramah lingkungan termasuk menerapkan eco fashion

Nah, bicara tentang polusi dan kerusakan lingkungan, tahukah kamu? Jika industri fashion pun termasuk industri penghasil polusi terbesar di dunia yang menyumbangkan 10% dari emisi karbon global yang merusak Bumi lantaran tidak ramah lingkungan.

Dibutuhkan lebih dari 2.700 liter air untuk memproduksi satu buah kaos alias T-shirt, jumlah yang sama dengan rata-rata air minum yang dikonsumsi seseorang selama 900 hari.

Setiap tahun, lebih dari 80 juta pakaian diproduksi di seluruh dunia dan industri fashion secara keseluruhan menjadi sumber polusi terbesar di dunia setelah industri minyak.

BACA JUGA: Dunia Maya Sambut Perayaan Hari Bumi

Mulailah Berpakaian Ramah Lingkungan

Berkaca dari hal itu kini semakin banyak label fashion yang peduli dan tak tinggal diam mengenai krisis tersebut. dengan menerapkan kebijakan eco-conscious dalam bisnis mereka. Melalui bahan pakaian ramah lingkungan, industri fashion mencoba untuk berkontribusi untuk menjaga kelestarian bumi ini.

Yup, lewat eco fashion, label-label yang berjuang merevolusi industri mode dengan menerapkan penggunaan  bahan-bahan sustainable, pemberdayaan masyarakat, dan kode etik untuk meminimalkan efek negatif pada lingkungan muncul di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA: Fast Fashion Punya Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

Bahkan, bahan pakaian ramah lingkungan tidak hanya sekedar berkontribusi melestarikan bumi saja, namun kualitas dari bahan tersebut pun sangat tinggi. Sehingga memakai pakaian dengan bahan yang ramah lingkungan tak kalah bergaya.

Lantas pakaian atau aksesoris seperti apa sajakah yang bikin para cowok bisa turut menjaga kelestarian planet ini?

1. Produk Lokal.

Saat ini ada berbagai aneka produk fashion cowok buatan dalam negeri yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan produk dalam negeri, emisi yang berakibat polusi udara dari transportasi barang impor bisa dikurangi.

BACA JUGA: Inilah Dampak Fashion Terhadap Lingkungan

2. Daur ulang.

Jangan salah, Eco fashion bisa diciptakan dari bahan baku atau material yang sudah ada sebelumnya.

Fashion ini bisa didesain dan diciptakan kembali dengan berbagai ide bahkan bentuk baru yang unik.

Produk eco fashion juga bisa dibuat dengan menggabungkan berbagai keterampilan pengrajin seperti sulaman, batik dan lainnya. Hal ini juga berfungsi untuk melestarikan budaya Tanah Air.

BACA JUGA: 

Buram dan Kelamnya Eksploitasi Batubara di Tanah Air Dalam Film Sexy Killers

3. Animal Free

Eco fashion dibuat tanpa menggunakan jaringan kulit atau hewan. Bahan organik yang bisa digunakan adalah kain organik yang terbuat dari sumber alami seperti bambu, rami, jelatang, wol, sutra kedelai, kayu, karet, serat pisang. Serat alami yang tumbuh tanpa pestisida dan bahan beracun lainnya bisa menjaga kesehatan manusia dan lingkungan.

5. Efisien, Bebas bahan kimia.Ramah terhadap Manusia

Eco fashion bisa meminimalkan dampak fashion di lingkungan. Pakaian yang terbuat dari katun organik aman bagi petani dan pekerja garmen, karena terbebas dari pestisida dan pupuk kimia.

Eco fashion tak melulu hanya meminimalisasi dampak negatif pada lingkungan, tetapi juga pada proses pembuatannya.

BACA JUGA: Adidas Gunakan Bahan Sampah Plastik di Lautan Mulai 2024

Tanggung jawab pabrik pakaian terhadap hak asasi manusia, tidak mempekerjakan anak, menetapkan jam kerja yang wajar, dan memberikan upah hidup yang layak.

Selain itu, eco fashion yang berpihak pada manusia tidak mengganggu manusia dalam bentuk apapun, misalnya uap, gas, debu, kebisingan, suhu, dan lainnya.

Selain itu Produk yang ramah lingkungan ini bisa menghasilkan manfaat terbesar dengan meminimalisasi penggunaan sumber daya alam, seperti hemat air dan hemat listrik dalam proses produksinya. (Sbg/Rig)

Comments