Kekuatan doa diyakini bisa membuat orang sembuh dari infeksi corona
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Vaksin dan obat untuk menyembuhkan virus corona hingga kini belum ditemukan oleh para ilmuwan. Lantaran itulah kekuatan doa kini dianggap menjadi alat guna mencegah terinfeksi virus corona.

Yup selain menerapkan pola hidup kekuatan doa diyakini banyak orang bisa menjauhi orang atau wilayah yang sedang terkena dampak pandemi virus Corona..

Nah, terkait hal itu bagaimana dunia ilmiah memandang kekuatan doa dalam untuk menjaga kesehatan manusia?

BACA JUGA: Menonton Film Sebagai Terapi Stres Saat Pandemi Corona

Doa Mujarab sembuhkan Infeksi Virus Corona?

Sekelompok ilmuwan di dipimpin oleh dokter spesialis jantung Dhanunjaya Lakkireddy di Kansas City Heart Rhythm Institute, Amerika Serikat pun melakukan penelitian ilmiah untuk menguji kekuatan doa pasien untuk sembuhkan infeksi virus corona (Covid-19).

Penelitian kekuatan doa pasien corona yang baru saja dimulai beberapa waktu lalu ini rencananya bakal berlangsung selama empat bulan ke depan.

“Kita semua percaya pada ilmu pengetahuan, dan kita juga percaya pada iman. Jika ada kekuatan supranatural, yang banyak dari kita percaya, akankah kekuatan doa dan intervensi Ilahi mengubah hasil dengan cara yang terpadu? Itulah pertanyaan (penelitian) kami,” kata LakkiReddy.

Penelitian kekuatan doa ini bakal melibatkan 1.000 pasien dengan gejala yang parah dan memerlukan perawatan yang intensif. Secara rinci studi ini akan menganalisis peran doa terhadap perkembangan kesembuhan penyakit.

“Studi ini menyelidiki peran doa terhadap hasil klinis pasien Covid-19,” deskripsi penelitian yang diberikan kepada National Institutes of Health, dikutip dari NPR.

Dalam penelitian ini, sebanyak 500 pasien yang dipilih secara acak akan diberi pilihan doa universal dari lima agama yakni Kristen, Hindu, Islam, Yahudi, dan Buddha. Sedangkan 500 pasien lainnya akan menjadi kelompok kontrol.

Semua pasien bakal menerima standar perawatan yang ditentukan oleh rumah sakit dan tenaga medis.

BACA JUGA: Nggak Ampuh Cegah Corona, Vitamin dan Suplemen Kok Laris

Libatkan Pengawas Profesional

Para peneliti akan menilai berapa lama pasien menggunakan ventilator, berapa banyak yang menderita kegagalan organ, seberapa cepat mereka keluar dari perawatan intensif, dan berapa banyak yang meninggal dunia.

Agar tetap sesuai dengan standar penelitian ilmiah, Lakkireddy telah membentuk komite pengarah profesional medis untuk mengawasi penelitian ini.

Pada awal penelitian ini, Lakkireddy belum dapat memberikan penjelasan logis mengenai kekuatan doa pada pasien corona. Tak sedikit rekan-rekannya bahkan memberikan pandangan sini terhadap penelitian ini, termasuk istrinya.

“Bahkan dari istri saya. Dia skeptis. Dia, seperti, ‘OK, apa yang kamu lihat?” ucap Lakkireddy.

Namun, hal itu tak memupuskan niatan Lakkireddy menjalankan studi ini. Lakkireddy yang lahir dari keluarga beragama Hindu percaya bahwa kekuatan doa dapat memberikan hasil pada kesembuhan pasien corona.

“Sebuah keajaiban bisa terjadi. Selalu ada harapan, kan? … Saya pikir jika kita percaya pada keajaiban Tuhan dan kebaikan universal dari agama apa pun, maka kita harus menggabungkan tangan dan kekuatan masing-masing agama ini bersama-sama untuk menyelamatkan umat manusia dari pandemi ini,” ucap Lakkireddy.

BACA JUGA: Efektifkah Social Distancing dalam Upaya Pencegahan Corona?

Studi tentang Doa dan Kesembuhan Sebelumnya

Sebelum Lakkireddy terinspirasi tentang ini, sudah pernah ada penelitian yang dilakukan terkait hal ini. Namun tentunya ini tak terkait dengan Covid-19.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Brick Johnstone , dari University of Missouri mengungkapkan bahwa doa atau keyakinan spiritual bermanfaat untuk kesehatan.

“Penelitian yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa jika Anda memiliki keyakinan spiritual yang positif, seperti keyakinan beragama kepada Tuhan yang pengasih, dan jika kamu memiliki dukungan dari komunitas doa, hal-hal itu membantumu mendapat kesehatan yang lebih baik,”¬† tutur Johnstone. (Sbg/Rig)

Comments