Ilustrasi dukungan sosial
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com Pandemi membuat kita tak habis pikir, banyak sekali hal yang terhambat untuk kita jalankan dan dapatkan. Termasuk dukungan sosial alias social support.

Dukungan sosial bisa jadi dari keluarga atau teman, kapanpun dan di manapun kita butuhkan. Masalahnya Sob, pandemi memaksa kita untuk menerapkan physical distancing. Padahal nih, kontak fisik seperti pelukan dari rekan sangat kita butuhkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Gimana enggak, pandemi juga membuat kita cukup stres dengan keadaan. Kita jadi sulit kemana-mana, sulit liburan, sulit menemui orang terkasih yang berjarak jauh, sulit mendapat pekerjaan pasca di-PHK, pokoknya serba sulit.

Tapi, bukan berarti social support l enggak bisa sama sekali kita dapatkan. Jadi, mesti gimana, nih?

BACA JUGA: Menikmati Hidup Itu Perlu Demi Kesehatan Mentalmu

Kenalin Dulu, Apa Dukungan Sosial Itu?

Dikutip Very Well Mind, social support  adalah kunci untuk relasi dan kesehatan psikologis kita. Dukungan sosial biasanya berupa jaringan, entah itu dari keluarga atau teman.

Mereka yang termasuk dalam dukungan sosial ini, biasanya akan berperan penting ketika kamu menghadapi krisis personal, atau bahkan hanya sekadar menghabiskan waktu bersama. Mereka yang termasuk dalam dukungan sosial, peduli dengan kamu dan berperan dalam keseharian kamu.

Tapi, social support enggak cuma kamu aja yang membutuhkan. Orang-orang di sekitar kamu pun demikian. Itu sebabnya, kamu juga perlu menjadi dukungan sosial bagi orang banyak.

BACA JUGA: Detoks Mental, Kuras Sampah di Pikiran Saat Pandemi 

Seberapa Penting Sih Hal Ini?

Banyak sekali penelitian yang mengungkap bahwa dukungan sosial sangat amat penting untuk seseorang, sekalipun mereka adalah introvert.

Orang yang punya dukungan sosial buruk biasanya akan mengalami kesepian, risiko depresi, candu alkohol, penyakit jantung, gangguan fungsi otak, dan bahkan bunuh diri.

Menurut Very Well Mind lagi, ada dua kebutuhan sosial untuk kamu, yakni social support dan social integration.

Social Support ini biasanya akan membantu kamu secara psikologis dan materi, seperti menawarkan bantuan finansial, memberi nasehat ketika diutuhkan, kebutuhan empati dan lain-lain.

Sedangkan social integration adalah partisipasi nyata dari beragam relasi, seperti pacar dan teman. Mereka memenuhi kebutuhan emosional, intimacy, dan bahkan spiritual dari komunitas agama.

BACA JUGA: Bekerja dari Rumah dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Lantas Bagaimana Ketika Kita Menghadapi Pandemi?

Tentu saja social support  ini bisa berkurang banyak, namun tetap bisa kita dapatkan. Bersyukur, kita menghadapi pandemi di kala teknologi sudah begitu canggih.

Kita masih bisa mendapatkan social support lewat sosial media dan berbagai kontak seperti Whats App, sms, atau telepon.

Kita juga sudah memasuki masa new normal. Sesekali menemui keluarga dan teman di ruang terbuka dan tetap mengikuti protokol kesehatan adalah hal yang diharuskan. Pokoknya, berusahalah semaksimal mungkin agar kamu bisa mendapat support social tersebut.

Dan, berdoa saja. Semoga pandemi ini akan segera berakhir. (Sbg/Dinda)

Comments