Sifat asli
(Foto: IMDB)

Sabigaju.com – Sifat asli pasangan biasanya baru kita ketahui setelah menikah.

Yap, kamu mungkin aja cuma tahu sekitar 40 persen sifat asli pasangan. Sisanya, akan kamu dapatkan setelah menikah.

Bagaimana kalau dia punya sifat yang sebetulnya uncompatible dengan sifatmu? Itulah sebabnya pasangan yang akan menikah membutuhkan komitmen.

BACA JUGA: Tanya Golongan Darah pasanganmu, Biar Tahu Sifat dan Karakternya

Kepuasan Hubungan dan Keuntungan

Menurut artikel berjudul “Coping with Your Partner’s Annoying Behaviour” pada laman Psychology Today, ada sebuah teori yakni yang berkaitan dengan ini, yakni interpendence theory.

Teori ini mengatakan bahwa kepuasan sebuah hubungan itu sebetulnya ada lada sejauh mana keuntungan bisa mereka dapatkan.

Misalnya, istrimu memasak setiap hari sehingga kamu tak perlu repot mencari makan sendiri. Jika ia tidak melakukannya dalam jangka waktu lama, maka kamu akan merasa kesal dan tidak puas.

Namun teori ini tidak dibenarkan oleh seorang peneliti bernama James McNulty bersama koleganya di Universitas Negeri Floria. Mereka berpikir bahwa kebiasaan seseorang akan sangat sulit diubah, walaupun mereka mau. Namun demikian, banyak sekali pasangan yang bertahan dari tahun ke tahun.

Kemudian mereka pun menemukan pula, bahwa kepuasan dalam sebuah hubungan ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor dari luar. Misalnya pekerjaan, kesulitan finansial, stres mengurus anak, bisa membuat suatu hubungan terasa tidak membahagiakan.

BACA JUGA: Sudah Punya Pasangan, Kok Merasa Kesepian? Awas Potensi Kematian

Sikap Buruk, Hubungan Bisa memburuk

Menurut MNulty cs, atitud buruk kita terhadap pasangan akan semakin buruk karena proses psikologi yang dinamakan missattribution.

Artinya, kita kerap keliru soal penyebab mengapa kita tidak sebahagia itu. Kita manusia seringkali bertanya kenapa ini terjadi, namun jawabannya juga seringkali salah.

Akhirnya, kita keliru menilai emosi kita. Misal kita sering merasa baik-baik saja ketika cuaca sedang bagus. Padahal banyak sekali sumber stres yang menerpa kita.

Kita seringkali denying pada emosi tersebut. Usai emosi buruk menumpuk, kita pun meluapkannya pada seseorang yang ada di dekat kita; istri dan anak.

Semua stres yang asalnya dari luar rumah memang bisa terbawa ke rumah. Kamu akan jadi lebih sering bertengkar dengan pasangan dan sering memarahi anak.

Jadi, apapun kebiasaan buruk pasangan walau sebetulnya itu hal sepele, akan sangat jadi menyebalkan.

BACA JUGA: Kata Ilmuwan: Pasangan Ideal itu Nyata dan Ada

So What Will We Do?

McNulty dan kolega akhirnya membuat eksperimen dengan mengajak beberapa pasangan. Mereka mengamati kondisi pasangan dalam keadaan netral dan setelah diberi stimulus. Pada keadaan netral, tampak tingkat kepuasan mereka terhadap hubungannya tidak berubah.

Namun setelah diberi stimulus berupa pemandangan-pemandangan yang heart warming dan dijauhkan dari sumber stres, mereka pun menjadi lebih bahagia.

So it means, kamu mesti cari nih sumber yang bisa merelaksasi pikiran kamu walau itu hanya sebatas melakukan hobimu di rumah. Dengan begitu, kamu jadi enggak mudah sumpek dan lebih bahagia.

Mau mulai coba dari sekarang? (Sbg/Dinda)

Comments