Ilustrasi. (Pixabay)

Sabigaju.com – Dari sekian banyak genre musik programming yang akrab di telinga akhir-akhir ini, apakah kamu sudah pernah mendengar lagu beraliran musik dubstep, yang saat ini sedang jadi salah satu genre terfavorit?

Dubstep adalah salah satu genre musik programming berasal dari Inggris yang muncul pada sekitar tahun 1990-an akhir dengan terinspirasi dari akar musik Jamaica dan Inggris.

Padanan/tatanan beat musik dubstep tergolong sangat unik, karena musik ini tidak menggunakan beat konsisten teratur seperti layaknya musik house, trance ataupun progressive.

HAsil Ragam Perpaduan

Pertunjukan Skrillex selalu dipenuhi oleh para penggila musik dubstep. (Foto Instagram skrillex)

Namun, dubstep justru terdengar seperti perpaduan dentum beat rusak yang mengkombinasikan heavy bass, synthesizer, keyboard, turntables dan hard-hitting drum tracks antara 2 step garage, drum n bass, jungle, techno, dan reggae dengan BPM hingga 140.

Pada tahun 2000 akhir dan awal 2010-an, genre ini mulai kembali muncul ke permukaan industri musik global dengan sukses di Inggris melalui single ataupun remix pada chart musik yang dimainkan oleh artis-artis seperti Skrillex, DJ Fresh, Nero, Stellamara dan lain-lain.

Ketenaran dari awal 2010-an ini nampaknya berlanjut hingga tahun 2017, dimana genre ini telah menjadi salah satu yang dipilih sebagai backsound untuk mengisi konten olahraga ekstrim di Youtube.

Musik Dubstep di Indonesia

Pergerakan musik dubstep di Indonesia saat ini telah mempunyai segmen peminat khususnya sendiri. Dari pengamatan kami, pecinta musik dubstep di Indonesia rata-rata adalah anak muda berumur 14–28.

Rebel ID salah satu pengusung dubstep asal tanah air (Foto Instagram rebelid)

Dan ternyata, Indonesia juga memiliki musisi di genre ini loh, sob! Seperti Massive Kontrol dan Rebel ID, keduanya sangat kaya instrumen dan layak untuk dijadikan favorit di playlist kamu.

Dubstep Sebagai Musiknya Anak ABG

Dubstep seringkali dianggap sebagai musik Anak Baru Gede (ABG) lantaran memiliki beat tidak beraturan, yang diasosiasikan dengan jiwa muda ABG.

Padahal, aliran musik dubstep itu bisa menjadi pemacu adrenaline yang pas banget untuk menemani kegiatan berolahraga. Bisa juga menjadi aliran musik variasi ketika kamu sudah merasa agak jenuh dengan musik-musik lain yang sering disuguhkan di club. (Sbg/Ary)

Comments