Kemasan Makanan
Para pria harus lebih peduli untuk memperhatikan kemasan makanan agar kesehatan mereka dan keluarga tidak terganggu. (Sumber: AP Photo)

Sabigaju.com – Di era kecanggihan teknologi saat ini sepertinya memberikan kemudahan bagi kamu untuk membeli makanan ataupun camilan lantaran bisa dibeli lewat toko online.

Namun sayangnya, masih ada nih kemasan makanan yang menggunakan bahan yang mengancam kesehatan dan tak ramah lingkungan.

Nah, Kamu harus menyadari hal ini. Sebab, dengan menjadi lebih peka terhadap kemasan makanan yang dikonsumsi dan dipakai akan melindungi kamu dan keluarga dari bahan kimia berbahaya.

Untuk itu   Sabigaju mau bagi info berbagai kemasan makanan yang berbahaya bagi kesehatan yang dilansir dari laman resmi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berikut ini.

BACA JUGA: Awas! Bahaya Maut Mengintai di Makanan Favoritmu 

1. Kemasan Kertas

Kemasan kertas sering masyarakat temukan sebagai wadah dari minuman dan makanan di restoran cepat saji. Beberapa makanan dan minuman yang dijual di pasaran, terutama yang berupa jajanan kaki lima, sering menggunakan kemasan makanan dari.

Namun, kini Anda harus sudah mulai waspada, karena kemasan makanan kertas bisa menimbulkan kontaminasi dari mikroorganisme.

Hal tersebut bisa merusak produk makanan dan menimbulkan penyakit. Selanjutnya, bila kertas yang digunakan merupakan kertas bekas ada tintanya dan digunakan untuk membungkus makanan berminyak, timbal yang terdapat dalam tinta bisa berpindah ke makanan yang kamu santap.

BACA JUGA: Makan Gorengan Setiap Hari Bisa Picu Resiko Kematian Dini

2. Bahaya Kemasan Makanan berbentuk Kaca, Gelas, dan Porselen

Kemasan kaca biasanya banyak digunakan untuk botol minuman, sementara porselen juga banyak digunakan di rumah-rumah sebagai peralatan makan.

Di balik tampilannya yang indah berwarna-warni, ternyata tidak semua kemasan tersebut baik bagi tubuh manusia.

Menurut BBPP Lembang, warna botol kaca yang paling baik dalam menyaring cahaya ultraviolet ialah warna amber dan merah. Selain itu, warna coklat pada kemasan botol kaca minuman sari jeruk nipis juga dinilai aman, karena bertujuan agar kandungan asam tidak bereaksi dengan kemasan dan cahaya tidak merusak vitamin c.

3. Plastik

Nah, kemasan plastik inilah yang paling banyak dan sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain karena mudah didapatkan, kemasan plastik juga harganya tergolong murah.

Namun, dari kemasan plastik yang sering digunakan misalnya untuk bakso atau makanan berkuah dan berminyak.

Bahayanya polimer-polimer bisa terlepas dan masuk ke dalam produk pangan. Kemasan plastik yang aman adalah yang 2 (LDPE), 4 (HDPE), dan 5 (PP). Jenis PET (1) dinilai yang paling aman, karena tahan terhadap suhu tinggi hingga 200 derajat celcius.

BACA JUGA: Bahaya Kalori Cair yang tidak Disadari saat Diet 

4. Styrofoam

Di Jakarta kemasan makanan menggunakan styrofoam masih banyak sekali ditemukan. Padahal penggunaan styrofoam sering bisa memicu masalah kesehatan, karena bisa mengeluarkan residu yang cukup berbahaya.

Residu tersebut dapat mengakibatkan gangguan system endokrin dan reproduksi manusia akibat bahan kimia yang bersifat karsinogen yang dapat memicu penyakit kanker

Jadi, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah mengurangi penggunaan kemasan makanan dengan styrofoam.

Kemasan Makanan yang Sehat

Adapun kemasan makanan yang sehat harus memenuhi kreteria seperti yang tertera dalam ketentuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) berikut ini

  • Kemasan tidak bersifat toksik dan beresidu terhadap pangan-minuman.
  • Kemasan harus mampu menjaga bentuk, rasa, kehigienisan, dan gizi bahan pangan.
  • Senyawa bahan toksik kemasan tidak boleh bermigrasi ke dalam bahan pangan terkemas.
  • Bentuk, ukuran dan jenis kemasan memberikan efektifitas.
  • Bahan kemasan tidak mencemari lingkungan hidup.
  • Secara ringkas syarat kemasan harus mampu melindungi pangan secara fisik, kimia dan biologis.

Nah semoga informasi ini berguna buat kamu. Boleh aja doyan jajan, tap peduli juga yah dengan kesehatan. (Sbg/Rig)

Comments