Barang Mewah
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Bagi yang suka memberi barang mewah dengan harga selangit bisanya punya anggapan kalau barang tersebut memiliki kualitas yang tinggi, ekslusif, ataupun menawarkan fasilitas atau fitur-fitur yang lebih.

Bagi sebagian orang Ada kepuasan tersendiri ketika mereka bisa membeli barang penuh kemewahan hingga rela mengeluarkan banyak uang karena ingin menunjukkan bahwa mereka sukses.

Namun rupanya, kebiasaan membeli berbagai produk kemewahan bisa menjadi bumerang dan membuat seseorang  merasa lebih buruk lantaran tidak punya rasa percaya diri. Simak yuk ulasannya.

BACA JUGA: Pria Mampu Menghabiskan Uang Lebih Banyak Saat Belanja Pakaian 

Barang Mewah Bisa Bikin Orang Kurang Percaya Diri

Sebuah studi dari Boston College dan Harvard Business School menunjukkan, bahwa membeli barang mewah bisa menimbulkan rasa kurang percaya diri  pada seseorang.

Hal itu dikemukakan Nailya Ordabayeva, penulis studi dan profesor pemasaran di Boston College Carroll School of Management .

“Studi mengungkap, konsumen sangat tertarik pada kemewahan ketika mereka merasa kurang percaya diri dan kurang kuat dibandingkan orang lain, dan mereka mengantisipasi untuk mengalami peningkatan kepercayaan diri dan kekuatan dengan membeli dan mengonsumsi kemewahan,” paparnya.

Namun, beberapa orang justru terlihat kurang percaya diri saat mereka memiliki produk mewah, karena merasa tidak menjadi diri sendiri.

Sebagai contoh, seseorang mungkin malu keluar dari elemen mereka saat mengenakan jam tangan mewah atau perhiasan mencolok.

Para peneliti menyebut fenomena yang tidak nyaman ini sebagai sindrom menipu dari konsumsi produk dan aksesoris mewah.

“Biaya psikologis kemewahan menghilangkan kebahagiaan dan kenikmatan yang didapat seseorang dari pembelian,” tulis studi tersebut.

“Pada akhirnya, kemewahan bisa berakhir secara tidak sengaja menjadi bumerang bagi konsumen dan merusak kepercayaan serta kekuatan mereka,” tambah Ordabayeva.

Peneliti menemukan, perasaan ini lazim di antara seluruh jenis konsumen, dari yang dianggap sebagai target pasar kelas atas hingga konsumen kelas menengah.

BACA JUGA: Cowok Kekinian Makin Doyan Belanja Fesyen Demi Jati Diri

Barang Mewah Bikin Tak Nyaman

Pada studi ini, peneliti meninjau sembilan studi lain terkait belanja produk mewah, kemudian menyurvei orang-orang di lokasi di mana konsumen kelas atas sering datang.

Misalnya Upper East Side dan Metropolitan Opera, keduanya di New York City, serta Martha’s Vineyard di Massachusetts. Lalu, apa yang membuat orang-orang tertentu merasa aneh dengan kemewahan mereka?

Sebagian orang tidak ragu memamerkan barang mewah karena mereka percaya diri mereka berhak, atau berpikir itu pantas dilakukan pada kesempatan khusus .

Namun, ada orang yang tidak nyaman memiliki itu semua. Mereka menganggapnya tidak layak, bahkan jika mereka mampu membeli produk mewah, tulis studi tersebut.

Menariknya, perasaan buruk ini mereda ketika pembeli menerima pesan pemasaran yang menyarankan mereka pantas menerima produk.

BACA JUGA: Stop Menghabiskan Banyak Uang Hanya untuk Bikin Orang Terkesan!

Pikir Ulang Sebelum Membeli Barang mewah

Meski menyenangkan membayangkan diri kita memakai barang atau mengendarai mobil mewah tak menghasilkan manfaat psikologis yang diharapkan pembeli,” tambah dia.

So,  sebelum kamu membeli aksesoris  atau produk mewah sebaiknya renungkan dengan jujur apakah barang itu akan mewakili dirimu sebenarnya.

Sebab jika tidak, barang mewah tersebut bakal  berakhir di tempat yang tidak digunakan, karena tidak otentik dan tidak benar. (Sbg/Rig)

Comments