Sabigaju.com – Belakangan, para pengguna Twitter riuh. Penyebabnya adalah kebijakan Twitter yang baru. Pasalnya, Twitter memutuskan untuk menghapus seluruh akun mencurigakan dan berpotensi membahayakan.

Dalam artian, para akun yang dihapus Twitter ini bisa jadi akun palsu. Mereka yang sering men-Tweet atau bahkan me-Retweet konten yang berbau terorisme, radikalisme, atau hoax juga berisiko dihapus.

Menurut pihak Twitter, kebijakan ini demi memberi keamanan dan kenyamanan bagi para penggunanya.

Pro Kontra Kebijakan Baru Twitter

Memang, belakangan perilaku online masyarakat telah berkembang pesat. Media sosial bukan lagi digunakan untuk bersosialisasi dengan masyarakat dunia, tapi juga jadi ajang influence. Jika hal baik yang mereka sebarkan, tentu akan berguna. Tapi tidak jika itu adalah hal buruk dan berbahaya.

BACA JUGA: Cuitan Fatal, Admin Twitter Presiden Jokowi Dipecat!

Kebijakan Twitter yang baru ini mendapat respon positif dari banyak penggunanya. Namun bukan berarti luput dari kontra. Pasalnya, banyak publik figur yang akhirnya terdampak. Mereka banyak kehilangan followers!

Tentu jumlah followers adalah salah satu indikator popularitas seseorang. Makin banyak followers, artinya seseorang makin populer. Inilah yang disebut bahwa kebijakan baru Twitter telah merugikan mereka.

Rata-rata Publik Figur Dunia Kehilangan Followers Sebanyak 2 Persen

Menurut data dari perusahaan analis media sosial Keyhole, rata-rata publik figur kehilangan dua persen followersnya. Kebijakan baru Twitter yang baru rilis pada tanggal 12 Juli 2018 kemarin ini membuat jumlah pengikut menyusut karena telah mengunci akun-akun yang tidak terkonfirmasi.

Sebut saja Katy Perry. Pelantun Teenage Dream ini kabarnya yang paling banyak kehilangan followersnya. Iya kehilangan 2,6 persen pengikut atau sekitar 2 juta pengikut di akun Twitternya.

BACA JUGA: Jelang Comeback, BTS Sukses Cetak Rekor di Twitter

Kemudian nama lain adalah Maria Carey, Eminem, Pink, Britney Spears dan masih banyak publik figur lainnya. Mereka kehilangan rata-rata 3 persen pengikut.

Jika memang popularitas para bintang ini bisa diukur dari jumlah pengikut, akankah mereka turut kehilangan pamornya? Jika memang demikian, nampaknya kita harus mengorbankan salah satu antara followers seorang bintang dengan keamanan para pengguna internet.

Tapi, imbangkah jika kita menyandingkan keamanan para pengguna Twitter dengan hilangnya popularitas seorang publik figur? Gimana menurut kamu, Sob? (Sbg/Dinda)

Comments