Sabigaju.com – Sejak dahulu sepeda kerap digunakan orang tidak hanya sebagai sarana transportasi namun juga menjadi sarana olahraga.

Bersepeda sangat disenangi tanpa memandang usia dari yang muda hingga tua bahkan anak-anak menyukai bersepeda.

Dewasa ini sudah banyak kita jumpai para pekerja yang bersepeda untuk pergi ke kantor dan juga siswa sekolah dasar hingga mahasiswa yang bersepeda menuju ke tempat tujuan masing-masing.

Di Jakarta sendiri begitu banyak orang yang mengendarai sepeda saat pelaksanaan car free day, yang rutin dilakukan saat akhir pekan.

BACA JUGA:

Ternyata Olahraga Bersepeda Bikin Bahagia dan Panjang Usia
Ditabrak Saat Bersepeda, Konser Ed Sheeran di Jakarta Terancam Batal

Pernah Digilai Warga Ibukota

Trend bersepeda di Jakarta bersepeda pernah merasuk warga ibukota. Kita tentunya masih mengingat akan keberadaan komunitas bike to work yang hadir dan membuat heboh.

Kala itu sempat sepeda fixie sempat tren bahkan sangat booming di jakarta dan kota besar lain di Indonesia beberapa tahun lalu. Pada masa itu, anak muda berbondong-bondong membawa dan menaiki sepedanya kemanapun.

Trend Bersepeda di Jakarta
(Foto: Unsplash)

Warna-warni sepeda fixie juga sering sekali terlihat di jalan raya ketika Car Free Day . Masyarakat pun banyak yang ikut membeli sepeda ini, walaupun sebenarnya tidak hobi bersepeda.

Sayangnya, tren bersepeda di Jakarta ini pun juga meredup, meski masih ada beberapa orang yang tetap bertahan memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi yang murah dan sehat.

Minimnya Jalur Pesepeda di Jakarta

Salah satu faktor yang menyebabkan redupnya trend bersepeda di Jakarta adalah minimnya jalur khusus pesepeda.

Selain itu kemacetan lalu lintas di Jakarta membuat pengguna sepeda khawatir dengan faktor keselamatan. Muncul pertanyaan. Aman nggak sih bersepeda di Jakarta? Apalagi ada anggapan, bersepeda di Jakarta sama saja bertaruh nyawa.

Trend Bersepeda di Jakarta
(Foto: Unsplash)

Sebenarnya sudah ada sisi regulasi sudah jelas masalah pemanfaatan sepeda sebagai moda transportasi diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009. Bahkan beberapa pasal dalam aturan itu menyebutkan bahwa pemerintah wajib menyediakan fasilitas untuk pesepeda.

Sebagai catatan saat ini ada 26 kilometer jalur sepeda di DKI Jakarta. Pada 2018, Dishubtrans akan menyelesaikan rencana induk transportasi yang juga mencakup pembangunan jalur sepeda.

Jalur sepeda itu akan dihubungkan dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang nantinya menghubungkan kawasan Sudirman, Thamrin, dan Dukuh Atas.

Namun demikian, para pesepeda belum bisa menikmati aktivitasnya dengan aman dan nyaman. Banyak pesepeda di Jakarta harus bertaruh nyawa saat berada di jalan.

Padahal, bersepeda bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan dan mengurangi polusi di Jakarta.

Trend Bersepeda di Jakarta Punya Segudang Manfaat

Bersepeda sebenarnya bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan dan mengurangi polusi di Jakarta. Terlebih, bersepeda sudah menjadi bagian budaya dari warga Jakarta sejak lama.

Selain itu jika jumlah pengguna sepeda makin meningkat, maka bakal berdampak positif bagi beban sebuah kota.

Dari sisi lingkungan hidup, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bisa ditekan alias masyarakat semakin hemat menggunakan BBM. Bisa mengurangi polusi kendaraan bermotor, serta bisa mengurangi tingkat kemacetan. Setidaknya, bersepeda sama dengan solusi tanpa polusi.

Trend Bersepeda di Jakarta
(Foto: Unsplash)

Sementara dari sisi kesehatan dan sosial, bersepeda dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Masyarakat semakin bugar. Selain itu, bersepeda juga bisa menurunkan angka kecelakaan. Termasuk meningkatkan kualitas hubungan antar masyarakat.

Sedangkan dari sisi ekonomi, bersepeda bisa meningkatkan efisiensi biaya transportasi dan kemacetan. Bahkan bersepeda juga bisa meningkatkan efisiensi biaya kesehatan. Yang tak kalah penting, bersepeda juga bisa menciptakan efisiensi kebutuhan area parkir.

Walau hingga kini sepeda terus ada dan dipakai banyak orang di Jakarta, namun  para penunggangnya terus  menghadapi dilema diantara pertanyaan, hidup sehat dan bertaruh nyawa. Yuk , kita hidupkan lagi trend bersepeda di Jakarta! (Sbg/Rig)

Comments